NASIONAL

Wajib Tes PCR di Pintu Masuk

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengatakan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang memasuki Indonesia kini tidak diwajibkan menjalani karantina. Namun pendatang warga negara asing dan warga Indonesia wajib melakukan rapid test PCR pada saat kedatangan. “Tes dilakukan di semua entry point,” ujarnya, Kamis, 24 Maret 2022.

Suharyanto mengatakan, bagi yang mendapat hasil negatif, bisa melanjutkan perjalanan. “PPLN yang telah divaksin dosis kedua atau ketiga minimal 14 hari sebelum keberangkatan dan mendapat hasil negatif RT-PCR, diperkenankan melanjutkan perjalanan,” katanya.

Satgas menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri yang berlaku mulai 23 Maret 2022.

SE terbaru ini merupakan penggabungan SE Nomor 12 tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri serta SE Nomor 13 tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri Khusus Pintu Masuk Bali, Batam, dan Bintan. Penggabungan ini mengacu pada hasil keputusan rapat terbatas pada 21 Maret 2022. “Dengan adanya penggabungan dua surat edaran tersebut, SE 12 dan SE 13 dicabut pada saat surat edaran ini mulai efektif diberlakukan,” ujar Suharyanto.

Wisatawan mancanegara tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, 7 Maret 2022. (ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo)

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pelaku perjalanan yang sudah mendapat vaksinasi lengkap atau booster bebas karantina. “Tapi tetap swab PCR pada saat entry,” kata dia.

Adapun sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan, PPLN harus menunggu hasil negatif dari pemeriksaan ulang (entry test) RT-PCR ketika di entry point. PPLN dapat menunggu hasilnya di hotel, tempat akomodasi penginapan, ataupun tempat tinggal.

Selama menunggu hasil keluar, PPLN tidak diperkenankan meninggalkan tempat ataupun berinteraksi dengan orang lain sebelum dinyatakan negatif berdasarkan RT-PCR. Bagi yang hasilnya negatif, diperkenankan melanjutkan perjalanan.

PPLN kemudian dianjurkan memantau kesehatan secara mandiri selama 14 hari berikutnya serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal yang sama juga diberlakukan kepada PPLN dengan kondisi kesehatan khusus atau memiliki penyakit penyerta (komorbid) sehingga belum dapat divaksin Covid-19. Namun kelompok ini wajib menyertakan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah negara asal keberangkatan. “Bila belum divaksin lengkap, harus dikarantina 5 x 24 jam dan di-swab PCR pada saat entry dan exit,” kata Wiku. (TMP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.