Olahraga

Jonatan Tersingkir dengan Cepat di Kopenhagen

LEE ZII JIA menjadi lawan tersulit Jonatan Christie dalam pengalaman tampil di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Meskipun Lee menelan hasil buruk dalam lima dari enam turnamen terakhir, dia bisa bermain dengan baik pada momen yang tepat sehingga Jonatan tersingkir lebih cepat.

Tidak hanya kalah lebih cepat dibandingkan ketika menembus perempat final Kejuaraan Dunia 2019 dan 2022, Jonatan juga tersingkir dalam pertandingan yang selesai cukup singkat, yaitu 39 menit. Jonatan kalah dengan skor 13-21, 15-21.

Maka, pada nomor tunggal putra, Indonesia tinggal menyisakan Chico Aura Dwi Wardoyo yang akan melawan unggulan kesembilan asal India, Prannoy HS. Pada babak pertama, Chico menang atas Nathan Tang (Australia) 21-7, 21-7. ”Saya harus menyiapkan kondisi dan strategi permainan dengan baik. Prannoy adalah pemain berpengalaman,” kata Chico.

Tunggal putra Indonesia hanya diwakili Chico dan Jonatan setelah Anthony Sinisuka Ginting mengundurkan diri. Anthony batal berangkat ke Denmark karena masih berduka setelah ibunya meninggal, pekan lalu.

Adapun duel Jonatan dan Lee menjadi laga babak pertama Kejuaraan Dunia yang paling dinanti tahun ini sejak undian dirilis pada 10 Agustus. Duel ini jadi pertemuan antara dua pemain yang pernah menempati peringkat kedua dunia meskipun memiliki status berbeda dalam persaingan di Kopenhagen. Jonatan, berperingkat kelima dunia, menjadi unggulan kelima, sedangkan Lee tidak menjadi unggulan.

Namun, laga yang berlangsung di Lapangan 2 Royal Arena itu tidak sesengit yang diantisipasi penggemar bulu tangkis atau seperti pada pertemuan terakhir mereka dalam perempat final Denmark Terbuka 2022. Saat itu, Jonatan juga kalah, tetapi laga berlangsung ketat, 16-21, 21-18, 18-21, dalam durasi1 jam 7 menit.

Sebelum tampil di Kejuaraan Dunia, performa Lee sebenarnya menurun drastis. Dia lima kali tersingkir pada babak pertama atau kedua dari enam turnamen terakhir. Namun, pemain berusia 25 tahun itu tampil baik di saat yang tepat.

Sebaliknya, Jonatan kesulitan mengatasi ketangguhan pertahanan Lee meskipun gaya bermainnya telah coba diubah pelatihnya menjadi lebih menyerang. Jonatan banyak kehilangan angka ketika Lee memperagakan permainan ritme cepat. Keunggulan Jonatan pada awal setiap gim (5-2 pada gim pertama dan 4-0 pada gim kedua) lalu bisa berbalik cepat.

”Saya masih susah mencerna kekalahan tadi. Saya tidak bisa menjaga keunggulan, malah ikut terbawa pola permainan lawan,” ujar Jonatan.

Adapun bagi Lee, kemenangan itu membangkitkan kepercayaan diri untuk melangkah lebih jauh setelah mengalami momen sulit. ”Ini tentu performa dan hasil yang saya inginkan. Meski tertinggal, saya selalu mengingatkan diri untuk terus berjuang seperti ketika saya berproses untuk bangkit. Memang tidak mudah berusaha bangkit setelah hasil naik-turun pada tahun ini, tetapi itu harus dijalani agar saya bisa sukses kembali,” tutur Lee pada BWF.

Sementara pada laga yang berlangsung lebih awal, Putri Kusuma Wardani menjadi wakil pertama Indonesia yang memenangi babak awal. Putri mengalahkan wakil Ukraina, Polina Buhrova, 21-7, 21-23.

”Saya senang dan bersyukur bisa maju ke babak kedua karena pada tahun lalu terhenti di babak pertama. Setidaknya ada peningkatan dibandingkan tahun lalu,” ujar Putri yang akan menghadapi unggulan kelima asal China, He Bing Jiao, pada babak kedua. He, yang berperingkat kelima dunia, mencapai semifinal pada Kejuaraan Dunia 2018 dan 2021.

Menghadapi unggulan

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria E Widjaja, juga akan menghadapi pemain unggulan pada babak kedua. Mereka akan melawan unggulan kesembilan asal Belanda, Robin Tabeling/Serena Piek, setelah mengalahkan Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo (Jepang) 21-14, 21-12 pada babak pertama.

Dejan/Gloria menang pada pertemuan sebelumnya atas Tabeling/Piek, yaitu pada babak kedua Malaysia Terbuka, Januari. Duel itu akan menjadi bekal mereka dalam pertemuan kedua nanti, ditambah tekad tidak akan lengah. Apalagi, ini menjadi debut mereka sebagai pasangan di Kejuaraan Dunia.

”Kami berusaha berpikir positif saat berada di lapangan dan selalu berusaha berkomunikasi dengan baik,” kata Gloria.

Sebelum berpasangan dengan Dejan mulai 2022, Gloria tampil bersama Hafiz Faizal dan bermain di Kejuaraan Dunia 2018 dan 2019. Adapun pada Kejuaraan Dunia 2015, pemain berusia 29 tahun itu bermain bersama Edi Subaktiar.

Sementara Dejan bermain bersama Serena Kani dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada Kejuaraan Dunia 2021. Saat itu, anggota tim Indonesia lainnya batal tampil karena khawatir akan peningkatan kasus Covid-19 di Eropa.

Kemenangan di babak pertama, yang berlangsung Senin, juga didapat ganda putri, Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari, atas pasangan Jerman, Stine Kuespert/Emma Moszczynski, 14-21, 22-20, 21-15. Adapun wakil lain yang memulai dari babak pertama, yaitu Rinov Rivaldy/Pitha H Mentari, akan tampil pada Selasa ini.

Wakil Indonesia lainnya, yang menjadi unggulan pada tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, akan memulai penampilan pada babak kedua setelah mendapat bye di babak awal. Mereka di antaranya adalah Gregoria Mariska Tunjung, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.