Olahraga

Kemenangan Sempurna Tim Bola Basket Putri Indonesia

TIM bola basket putri Indonesia sukses merebut medali emas pertama sejak partisipasi perdana pada SEA Games Malaysia 1977. Medali emas ini menjadi sempurna karena Henny Sutjiono dan kawan-kawan tidak terkalahkan dalam enam pertandingan. Para pemain pun meminta dukungan semua pihak agar konsistensi mereka bisa tetap terjaga.

Di pertandingan keenam, tim bola basket putri Indonesia mengalahkan Singapura, 86-39. Pada laga di Morodok Techo Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Minggu (14/5/2023), Dyah Lestari menjadi pencetak angka terbanyak dengan 15 poin, 1 asis, dan 6 rebound dari 21 menit bermain.

Selain Dyah, center Kimberley Pierre Louis menyumbang 13 poin dengan 1 asis dan 6 rebound. Pemain kelahiran Kanada yang memperkuat tim nasional bola basket putri sejak 2019 ini sebelumnya sudah menyumbangkan medali perunggu di nomor 3×3 putri bersama Dyah, Adelaide Callista Wongsohardjo, dan Agustin Elya Gradita Retong.

Adapun Adelaide, point guard berusia 21 tahun, pada laga ini menyumbangkan 11 poin, 4 asis, dan 1 rebound. Tak hanya apik saat menyerang, tim asuhan pelatih Sohie Lin Chi Wen ini juga bermain apik ketika bertahan.

”Rasanya lega banget dan bangga. Kami selalu kuncinya di pertahanan karena semua tim lawan serangannya bagus-bagus,” ujar Henny seusai laga.

Begitu kuarter keempat selesai, para pemain bersorak, berpelukan, dan menangis haru. Penantian selama 46 tahun akhirnya terwujud bagai keajaiban karena didapat dengan hasil sempurna melalui sapu bersih kemenangan.

Perjalanan menjemput medali emas di mulai para srikandi ini dengan kemenangan atas Vietnam, 67-62. Hasil ini sekaligus membalas kekalahan dari tim yang sama pada semifinal nomor 3×3 putri, dua hari sebelumnya. Setelah itu, Henny dan kawan-kawan menang tipis atas tim kuat Thailand, 70-69.

Motivasi para pemain semakin tinggi setelah mengalahkan penguasa bola basket putri Asia Tenggara, Malaysia, dengan 85-57. Dari 20 kali penyelenggaraan bola basket putri SEA Games sejak 1977, tim putri Malaysia mendominasi dengan 13 kali juara. Tren kemenangan ini dilanjutkan dengan mengalahkan juara bertahan, Filipina, 89-68.

Setelah itu, Indonesia menundukkan tuan rumah Kamboja, 100-54. Kemenangan atas Singapura pada laga terakhir, 86-39, menjadi formalitas yang meneguhkan superioritas tim baket putri Indonesia.

Sebelum melawan Singapura, Indonesia sudah memastikan meraih medali emas dalam ajang yang menggunakan sistem setengah kompetisi ini. Kalaupun kalah dari Singapura, Indonesia memetik nilai 11, sama dengan nilai maksimal yang bisa diraih Filipina. Namun, Indonesia unggul head to head atas juara bertahan yang dikalahkan pada laga keempat.

Hasil ini melampaui prestasi terbaik tim bola basket putri sebelumnya yang tiga kali meraih medali perak masing-masing pada SEA Games Filipina 1991, Singapura 2015, dan Vietnam 2021. Di Vietnam, Indonesia dikalahkan oleh Filipina, 77-93.

Terlebih lagi, prestasi ini diraih saat bola basket putri nasional tidak memiliki liga. Mereka hanya mengandalkan beberapa kali pertandingan uji coba melawan Taiwan dan beberapa pertandingan internasional lain sebelumnya.

”Kami berharap setelah ini bola basket putri mendapat dukungan lebih dari masyarakat Indonesia. Dukungan sebenarnya sudah ada, cuma mungkin karena liga belum ada. Untungnya ada SWBL, jadi lumayan,” tutur Henny.

SWBL yang dimaksud Henny adalah Liga Bola Basket Putri Asia Tenggara yang dimulai pada 2022. Indonesia yang tergabung sebagai klub Indonesia Elite menjadi juara pada ajang perdana.

Pelatih Lin Chi Wen tak bisa menahan rasa haru atas hasil yang diraih anak asuhnya. Pelatih asal Taiwan yang menangani timnas putri sejak 2021 ini mengungkapkan, kemenangan itu menjadi buah manis kerja keras selama latihan.

Selama lebih dari 10 bulan, setiap pemain berlatih begitu keras. Ia bisa memastikan itu karena para pemain mengenalnya sebagai pelatih yang begitu ketat dan disiplin.

”Mereka berlatih setiap hari, setiap hari! Saya tahu betul bagaimana mereka berkeringat, berdarah-darah, hingga rasa lelah mereka terbayar dengan kemenangan ini,” kata Lin.

Bagi Lin, medali emas bukan satu-satunya hal yang terpenting. Timnas harus menjaga konsistensi untuk bisa menampilkan performa yang terbaik, yang menjadi kunci menjaga keseimbangan bermain di lapangan. Dia menyebut, bergulirnya liga secara rutin mungkin bisa menjadi jawaban, selain fasilitas latihan yang memadai.

Emas ini dinilai sebagai modal besar untuk menghadapi ajang berikutnya. Lin mengaku hanya ingin mempertahankan medali emas di SEA Games dan berlaga di Asian Games. ”Medali emas memang penting, tetapi proses panjang di belakangnya harus dijaga bagaimanapun caranya,” kata Lin. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.