Implementasi MBS Untuk Meningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia

Oleh: Sri Rustina Indaryani

Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cendrawasih Jayapura

 

PENDIDIKAN memegang peranan penting pada era globalisasi. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Mutu adalah hal yang esensial dalam proses pendidikan. Proses pembelajaran adalah tujuan dari organisasi pendidikan. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan salah satu cara yang dapat digunakan guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Dalam rangka menghadapi era globalisasi, diperlukannya visi yang bisa mengarahkan misi, rencana dan segala usaha. Selain itu peningkatan kemampuan intelektual seperti penguasaan, penerapan, dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi merupakan prasyarat mutlak untuk meningkatkan kualitas hidup.

Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peranan penting. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan proses yang terintegrasi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu cara untuk peningkatan kualitas pendidikan adalah meningkatkan mutu pendidikan seperti melalui sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga pendidikan, serta perbaikan kurikulum dan lain sebagainya.

Mutu adalah aspek mendasar dalam proses pendidikan. Proses pembelajaran adalah tujuan dari organisasi pendidikan. Mutu pendidikan terlihat dari mutu lulusan dan pelayanan memuaskan berbagai pihak terkait pendidikan. Mutu lulusan berkaitan erat dengan nilai kelulusan, baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek-aspek ini menjadi syarat penting untuk dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, berkualitas dan berkepribadian baik. Sedangkan, mutu pelayanan berkaitan dengan aktivitas melayani keperluan siswa, guru, pegawai serta masyarakat secara tepat sehingga semua pihak dapat merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh sekolah.

Upaya peningkatan mutu pendidikan merupakan isu sentral dalam pengelolaan pendidikan di tanah air. Saat ini peningkatan mutu pendidikan menuntut partisipasi dan pemberdayaan seluruh komponen pendidikan dan penerapan konsep pendidikan sebagai sebuah sistem. Peningkatan mutu pendidikan yang sesuai dengan paradigma tersebut adalah School Based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).

MBS merupakan paradigma baru pendidikan, yang memberikan otonomi luas pada tingkat sekolah (pelibatan masyarakat) dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional.

MBS dapat juga diartikan sebagai model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional.

Adapun istilah manajemen sekolah acapkali disandingkan dengan istilah administrasi sekolah. Berkaitan dengan itu, terdapat tiga pandangan berbeda; pertama, mengartikan administrasi lebih luas dari pada manajemen (manajemen merupakan inti dari administrasi); kedua, melihat manajemen lebih luas dari pada administrasi (administrasi merupakan inti dari manajemen); dan ketiga yang menganggap bahwa manajemen identik dengan administrasi.

Dalam hal ini, istilah manajemen diartikan sama dengan istilah administrasi atau pengelolaan, yaitu segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal. Pengertian manajemen menurut Hasibuan merupakan ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Definisi manajemen tersebut menjelaskan pada kita bahwa untuk mencapai tujuan tertentu, maka kita tidak bergerak sendiri,  tetapi membutuhkan orang lain untuk bekerja sama dengan baik.

Berdasarkan fungsi pokoknya, istilah manajemen dan administrasi mempunyai fungsi yang sama yaitu: merencanakan (planning), mengorganisasikan (organizing), mengarahkan (directing), mengkoordinasikan (coordinating), mengawasi (controlling), dan mengevaluasi (evaluation).

Adapun tujuan dari MBS adalah dapat meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama, meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya dan meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.

Adapun manfaat MBS adalah sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya, keleluasaan dalam mengelola sumberdaya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah, guru didorong untuk berinovasi, rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui MBS ada beberapa hal yang bisa dilaksanakan: 1) Penyelenggaraan pendidikan perlu dilakukan secara sentralistik, untuk memenuhi kebutuhan mutu sekolah dalam pendidikan nasional; 2) Meningkatkan peran kantor pendidikan pusat dan daerah; 3) meningkatkan peran dewan sekolah (komite) dan pengawas sekolah; 4) meningkatkan peran kepala sekolah dan guru; 5) mengikutsertakan orang tua dan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah.

Secara sederhana dikatakan, manajemen berbasis sekolah memang bukanlah satu-satunya “senjata ampuh” yang akan menghantar pada harapan reformasi pendidikan di tanah air. Namun bila diimplementasikan dengan kondisi yang benar, akan menjadi satu dari sekian strategi yang bisa diterapkan dalam pembaharuan terus-menerus dengan strategi yang melibatkan pemerintah, penyelenggara, dewan manajemen sekolah, orang tua dan masyarakat dalam satu sistem sekolah. ***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: