13 Dewan Juri Pesparawi XIII Papua Barat Resmi Dikukuhkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sebanyak 13 dewan juri Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII se Tanah Papua tingkat Provinsi Papua Barat, secara resmi dikukuhkan.

Prosesi pengukuhan dewan juri ini langsung dilakukan oleh Ketua Umum Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua Barat Nataniel D Mandacan, di Aston Niu Hotel Manokwari, pada Selasa malam (16/2/2021).

Perlu diketahui, 13 dewan juri Pesparawi XIII terdiri dari Robert K.R Hammar sebagai koordinator dengan anggotanya Ronny Loppies, Benedictus Benny H. Utomo (Bens Leo), Vony Sitrona Nahan, Brancly Egbert Picanussa, Linda Sitinjak, Harry Anggoman, Henry Susanto Pranoto, Bambang Yuswo Hadi, Pastor DR B.A Rahawarin, Agus Samori, Yusuf Sawaki, dan Jasahdin Saragih.

Dalam sambutan Nataniel Mandacan mengatakan, terlaksananya Pesparawi XIII di tengah masa pandemi Covid-19 merupakan campur tangan Tuhan. Selain itu, Papua Barat perlu mempersiapkan diri sebelum ajang Pesparawi tingkat nasional kembali digelar tahun 2022.

“Itu yang mendasari niat untuk melaksanakan Pesparawi ini,” jelas Mandacan.

Ia melanjutkan, Pesparawi XIII se Tanah Papua tingkat Provinsi Papua Barat menjadi kali pertama diselenggarakan secara terpisah dari Provinsi Papua seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini.

“Rencananya tahun 2020 itu dilaksanakan di Timika, Papua,” jelas dia.

Mandacan mengapresiasi kesiapan dewan juri baik yang berasal dari Papua Barat maupun dari luar Papua Barat.

Pelaksanaannya dimulai dari Kabupaten Manokwari berlanjut ke Kabupaten Teluk Bintuni, Kaimana, Fakfak dan berakhir di Kota Sorong.

“Situasinya berbeda dari tahun sebelumnya. Tapi, yang perlu diingatkan adalah penerapan protokol kesehatan tetap diperhatikan,” tegas Mandacan.

Nantinya, sambung dia, hasil lomba akan diumumkan dewan juri dan merupakan keputusan yang telah diambil berdasarkan pendengaran serta penglihatan dari setiap peserta lomba.

“Kemampuan masing-masing peserta yang mengikuti lomba,” tutur dia.

Ia berharap adanya kerjasama semua lapisan masyarakat sehingga Pesparawi XIII se Tanah Papua tingkat Provinsi Papua Barat yang diselenggarakan di lima daerah, berjalan sesuai harapan bersama.

“Tujuan utama adalah mempersiapkan tim kita untuk berangkat ke Djogja tahun depan,” ucap dia.

Pantauan awak media, usai pengucapan janji dewan juri dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pesparawi XIII se Tanah Papua tingkat Provinsi Papua Barat Abia Ullu mengatakan, LPPD Papua Barat telah memutuskan lima daerah akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pesparawi di tengah masa pandemi ini. Lima daerah itu terdiri Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, Kaimana, Fakfak dan Teluk Bintuni.

Ia menjelaskan, Kabupaten Manokwari menjadi tuan rumah bagi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Teluk Wondama. Sedangkan Kota Sorong menjadi tuan rumah bagi wilayah Sorong Raya yang meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Tambrauw dan Raja Ampat.

“Tiga kabupaten yakni Kaimana, Fakfak dan Teluk Bintuni jadi tuan rumah untuk mereka sendiri,” terang Abia.

Ia melanjutkan, acara pembukaan Pesparawi ini diselenggarakan di Aula Universitas Papua (Unipa) Manokwari pada 17 Februari 2021 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Setelah itu, perlombaan mulai digelar di lima daerah yang telah ditentukan menjadi tuan rumah Pesparawi-13.

“Pembukaan dihadiri oleh Bapak Gubernur. Dan, nanti penutupan Pesparawi itu tanggal 28 Februari 2021 di Kota Sorong,” tutur dia.

Ia menjelaskan, ada 12 jenis lomba yang telah dipersiapkan oleh panitia provinsi yakni lomba paduan suara dewasa campuran, lomba paduan suara pria, lomba paduan suara wanita, lomba paduan suara remaja campuran, lomba paduan suara anak, lomba vocal grup pemuda, lomba musik pos gerejawi gabungan, lomba solo remaja pemuda putra, lomba solo remaja pemuda putri, lomba solo anak usia 7 sampai 9 tahun, lomba solo anak usia 10 sampai 13 tahun dan lomba musik etnik.

“Nanti jadwal panitia juga berurutan, semua sudah diatur panitia. Mulai dari Manokwari seterusnya sampai Kota Sorong,” ujar dia.

Ia memastikan, dewan juri yang didatangkan oleh panitia dari luar Papua Barat merupakan dewan juri profesional. Sehingga, penilaian diberikan sesuai kualitas peserta yang ikut dalam perlombaan. Dan, hasil lomba langsung diumumkan di tempat pelaksanaan saat itu juga.

“Nanti, penerimaan medali bagi pemenang diterima pada saat penutupan Pesparawi di Kota Sorong pada tanggal 28 Februari,” tutup dia. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 17 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: