Antisipasi Kuliah Offline, Seluruh Civitas Akademika Unipa Harus Divaksin

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Mengantisipasi penerapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menyatakan bahwa tanggal 15 Juni 2021 metode perkuliahan offline atau tatap muka mulai dijalankan, maka Rektor Universitas Papua Mekky Sagrim berharap seluruh Civitas Akademika Unipa harus sudah divaksin.

“Dalam SKB dinyatakan bahwa mahasiswa harus kuliah dalam kelas mulai tanggal 15 Juni nanti. Jadi sebelumnya harus dipastikan semua Dosen, Tenaga Kependidikan, Staf administrasi dan mahasiswa harus sudah divaksin,” ujarnya di Manokwari, Senin 22 Maret 2021.

Menurut Sagrim, untuk merealisasikan kebijakan pemerintah melalui SKB tersebut, pihaknya masih merasa kesulitan karena jumlah mahasiswa Unipa yang mencapai lebih dari dari 22.800 orang. Jumlah Dosen tetap mencapai 500 orang. Dosen tidak tetap 500 orang. Tenaga kependidikan dan Staf administrasi mencapai 1.200 orang.

“Kalau diakumulasikan, Civitas Akademika di Unipa bisa mencapai 25.000 orang. Bayangkan saja kalau dalam 1 hari 1000 orang yang divaksin maka saya butuh 25 hari untuk proses vaksinasi warga kampus,” kata Mekky.

Dia menjelaskan, untuk mewujudkan kekebalan kelompok guna terhindar dari penyebaran Covid-19 di dalam wilayah kampus maka dibutuhkan persiapan 2 kali lipat dosis vaksin atau sekitar 50.000 Dosis. Karena setiap orang yang berada di dalam wilayah kampus dipastikan harus memiliki kondisi tubuh yang tidak mudah terserang atau tertular Covid-19.

“Setiap orang harus merasa nyaman berada di kampus,” terangnya.

Disampaikannya, kenyamanan Dosen dan mahasiswa ketika berada di dalam kelas menjadi hal yang mutlak diperlukan. Selain itu, apabila kegiatan perkuliahan dijalankan secara offline maka tentu saja ada kegiatan praktikum di laboratorium yang melibatkan tenaga kependidikan. Hal tersebut menjadi tantangan terbesar dalam menjalankan sistem perkuliahan offline apabila belum mendapatkan vaksin.

“Beberapa waktu kemarin sudah ada 10  warga kampus Unipa yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan sejak itu, sistem perkuliahan dijalankan secara Online sampai saat ini. Kami tentu tidak ingin ini terjadi lagi,” ungkapnya.

Untuk memuluskan rencana perkuliahan offline maka dirinya sudah mengedarkan surat kepada seluruh Dosen baik Dosen tetap maupun tidak tetap untuk ikut dalam vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Pemerintah selama 3 hari berturut-turut di Gedung Wanita Manokwari. Sementara untuk mahasiswa bisa dilakukan secara bertahap.

“Minimal Dosennya harus sudah divaksin. Karena saya sudah beberapa kali didemo oleh Mahasiswa untuk segera buka perkuliahan Offline. Tapi karena saya taat terhadap aturan pemerintah maka belum dijalankan. Sekarang pemerintah sudah perintahkan untuk mulai kuliah offline jadi kita siap laksanakan,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 23 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: