BP Jamsostek: Kepesertaan Badan Usaha Meningkat

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Manokwari mengklaim, jumlah kepesertaan aktif badan usaha atau pemberik kerja mengalami peningkatan. Total bada usaha yang telah mendaftarkan diri ke BP Jamsostek Manokwari mencapai 3.328.

“Periode Januari sampai Maret 2021 ada 410 badan usaha yang masuk,” kata Kepala BP Jamsostek Manokwari Sunardy Sahid, saat dikonfirmasi Papua Barat News di ruang kerjanya, Senin (29/3/2021).

Badan usaha tersebut, kata dia, tersebar di lima kabupaten sebagai wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari. Meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama. Namun, jumlah badan usaha paling banyak mendaftar berasal dari Kabupaten Manokwari dan Teluk Bintuni.

“Jadi tahun ini (2021, red) kita fokus ke Teluk Wondama dan Manokwari Selatan. Di Wondama ada beberapa potensi perusahaan yang tenaga kerjanya belum terdaftar,” jelas Sunardy.

Ia melanjutkan, BP Jamsostek telah melakukan penandatangan nota kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan dan Teluk Wondama agar kepesertaan badan usaha bertambah. Selain itu, sosialisasi langsung ke badan usaha gencar dilakukan. Sehingga, badan usaha secara sadar mendaftarkan seluruh pekerjanya ke BP Jamsostek.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, supaya mempersyaratkan kepesertaan BP Jamsostek ke badan usaha,” tutur dia.

Ia menjelaskan, ada tiga strategi dari kantor pusat yang diterapkan ke daerah guna menambah jumlah kepertaan. Antara lain, mengakuisisi tenaga kerja agar mendapat perlindungan sosial, penerapan strategi keberlangsungan kepesertaan melalui pembinaan agar peserta paham manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan, dan strategi menjaga kualitas data serta layanan bagi para peserta.

“Kerjasama dengan pemerintah daerah melalui PTSP juga sudah dilakukan,” jelas dia.

Sunardy menerangkan, selama tahun 2020 lalu, badan usaha yang telah terdaftar ada 2.908. Jumlah tersebut melebih target dari kantor pusat sebanyak 2.350 badan usaha. Menurut dia, semakin banyak badan usaha mengikutsertakan karyawan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan, menyelesaikan tunggakan iuran tepat waktu, dan mengikutsertakan karyawan pada empat program jaminan sosial. Empat program itu adalah jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) dan jaminan pensiun (JP).

“Nanti ada satu program lagi yaitu jaminan kehilangan pekerjaan. Tapi produk ini belum diluncurkan, karena belum ada peraturan pemerintah,” ucap Sunary.

Kepatuhan

Untuk menggenjot kepatuhan badan usaha sebagai lembaga pemberi kerja, maka BP Jamsostek melakukan penandatangan kerjasama dengan pemerintah daerah terkait penerapan sanksi tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu (TMP2T).

Sunardy Sahid berharap dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui penerapan TMP2T dapat berdampak positif. Sehingga, perusahaan atau badan usaha secara sadar menyelesaikan seluruh iuran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi karyawannya. Selain pemerintah daerah, BP Jamsostek sudah bekerjasama dengan Kejaksaan dalam menindakalanjuti perusahaan yang tidak patuh.

“Perusahaan tidak hanya sekedar mendaftar tapi harus patuh membayar iuran,” kata Sunardy.

Ia melanjutkan, langkah yang diambil apabila masih ada badan usaha belum patuh membayar iuran adalah pembinaan, pengawasan dan pemerikaan. Jika badan usaha masih berulah, maka langkah yang diambil adalah pengusulan penghentian layanan publik.

“Nanti kepala daerah yang keluarkan rekomendasi penghentian layanan tertentu,” terang dia.

Ia mengakui, ada beberapa badan usaha di wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari belum sepenuhnya patuh menyelesaikan seluruh iuran jaminan sosial ketenagakeerjaan.

“Bulan kemarin kita serahkan 10 perusahaan yang mungkin ‘membandel’ untuk ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan,” tegas dia.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat 10 perusahaan itu akan segera dipanggil dan dibuatkan komitmen selesaikan kewajibannya,” kata Sunardy menambahkan.(PB15)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 30 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: