BPJN XVII Manokwari Diminta Akomodir Pengusaha OAP

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Manokwari diminta mengakomodir pengusaha asli Papua dalam pembagian paket pekerjaan. BPJN XVII dinilai belum sepenuhnya merangkul pengusaha asli Papua di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Nico Anari, salah satu pengusaha asli Papua yang berasal dari Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw mengakui sejauh ini pembagian paket pekerjaan belum mengakomodir pengusaha asli Papua.

Menurutnya BPJN XVII Manokwari seharusnya dapat memberikan kesempatan dan ruang bagi pengusaha asli Papua untuk berkembang. Kepercayaan bagi pengusaha asli Papua akan dibuktikan dengan hasil pekerjaan di lapangan.

“Kami berharap dapat diakomodir karena kami juga mampu bekerja,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Sabtu (20/3/2021).

Nico menyebutkan pengusaha lokal asli Tambrauw tidak banyak karena selama ini belum mendapat ruang. Padahal diakuinya, sebagai putra asli Tambrauw pihaknya siap bekerja dan memberikan kinerja terbaik bagi daerah.

Tidak hanya itu, dirinya menegaskan jika sebagai kontraktor dirinya telah terbukti memiliki pengalaman dalam sejumlah pekerjaan fisik baik di pedalaman maupun di kota. Dia optimis dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana kerja dan target BPJN XVII.

“Saya tegaskan di sini jika kami juga mampu. Jangan khawatir kami bekerja profesional dengan kemampuan yang kami miliki baik SDM maupun peralatan alat berat,” terangnya.

Senada, Tokoh Masyarakat Tambrauw, David Anari menambahkan banyak pekerjaan skala besar maupun kecil yang dilaksanakan oleh BPJN XVII Manokwari di wilayah Tambrauw namun tidak mengakomodir pengusaha lokal. Kondisi ini menurutnya sangat menyedihkan  karena ada sejumlah pengusaha lokal di daerah yang juga memiliki keinginan membangun daerah.

“Sebagai anak negeri kita juga ingin membantu percepatan pembangunan di daerah karena itu harus ada kepercayaan untuk kami,” bebernya.

Dia menyatakan setiap tahun anggaran dibuka, pengusaha lokal di daerah Tambrauw hanya menjadi penonton. Tidak diakomodir dalam proses pekerjaan pembangunan maupun perawatan jalan dan jembatan.

David mengungkapkan apabila pengusaha lokal terus diabaikan maka pihaknya akan melakukan pemalangan proyek pekerjaan yang ditangani langsung oleh BPJN XVII Manokwari.

“Kami tegas nyatakan jika tidak ada perubahan maka kami akan palang di tempat pekerjaan dan mess pekerja, ucap David.

Pihaknya berharap pengusaha lokal sebagai pemilik wilayah juga dilibatkan oleh balai dalam pembagian pekerjaan baik skala besar, menengah maupun kecil. Pengusaha lokal kata dia, jauh memahami medan pekerjaan dan kondisi di lapangan sehingga dapat melakukan pembangunan tepat waktu dan tidak merusak alam dan kearifan budaya yang hidup dan dipelihara di wilayah pedalaman.

“Kami ini yang paling tahu semua hal tentang negeri kami, karena itu harus dilibatkan,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 22 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: