BPS Papua Barat : Neraca Perdagangan Januari Surplus

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Provinsi Papua Barat periode Januari 2021 mengalami surplus baik dari sisi nilai maupun volume.

Terjadinya surplus karena nilai dan volume impor lebih kecil dari ekspor.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia mengatakan, realisasi nilai ekspor pada Januari 2021 mencapai 197,11 juta dolar AS dan impor hanya 4,87 juta dolar AS. Dengan demikian, terdapat surplus nilai neraca perdagangan sebesar 192,25 juta dolar AS.

“Selama Januari itu tidak terdapat impor migas, jadi kita masih ada cadangan kelebihan atau surplus,” kata Maritje melalui keterangan resminya, Selasa 23 Maret 2021.

Ia melanjutkan, dari sisi volume perdagangan pun mengalami surplus sebanyak 584,76 ribu ton. Karena, volume ekspor jauh lebih tinggi sebanyak 643,22 ribu ton dibanding volume impor yang hanya 58,47 ribu ton.

Dengan demikian, neraca perdagangan Provinsi Papua Barat pada Januari 2021 baik dari sisi nilai maupun volume, masih mengalami surplus. “Secara total, kita mengalami surplus,” jelas dia.

Dia melanjutkan, dari Januari sampai Desember 2020 volume neraca perdagangan Papua Barat mengalami surplus sebesar 170,66 ribu ton. Hal ini didorong oleh kinerja ekspor yang mencapai 7.038,80 ribu ton dan impor hanya 170,66 ribu ton.

Sementara itu, nilai neraca perdagangan dari Januari sampai Desember 2020,

terjadi surplus sebanyak 1.729,32 juta dolar AS, karena nilai eskpor jauh lebih tinggi yakni 1.795 85 juta dolar AS dan impor hanya 66,53 juta dolar AS.

“Surplus didorong oleh kinerja ekspor khususnya sektor migas,” pungkas Maritje.

Diberitakan media ini sebelumnya, BPS mencatat realisasi nilai impor Papua Barat pada Januari 2021 hanya 4,87 juta dolar AS.

Jumlah ini turun drastis sebesar 51,52% jika dibandingkan dengan realisasi impor Januari 2020 yang mencapai 10,03 juta dolar AS.

Anjloknya kinerja impor secara tahunan (year on year/yoy) mengindikasikan aktivitas perekonomian belum pulih sepenuhnya akibat pandemi virus korona yang berkepanjangan.

Namun, secara bulanan (month to month/mtm) impor Januari 2021 mengalami peningkatan 4.385,68% jika dibandingkan Desember 2020 yakni 0,11 juta dolar AS. Peningkatan tersebut menggambarkan perekonomian Papua Barat sudah mulai menggeliat.

Untuk kinerja ekspor,  mengalami sedikit peningkatan menjadi 197,11 juta dolar AS atau tumbuh tipis 1,43% mtm (month to month) jika dibanding Desember 2020 yaitu 194,33 juta dolar AS.

Tetapi secara tahunan (year on year/yoy) ekspor Papua Barat naik 8,92% jika dibandingkan Januari 2020 yang tercatat 180,97 juta dolar AS.

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia menerangkan, ekspor Papua Barat pada Januari 2021 masih didominasi oleh minyak dan gas bumi (Migas) sekitar 97,19% dari total ekspor dengan nilai mencapai 191,57 juta dolar AS. Sementara non migas hanya menyumbang 2,81% atau 5,54 juta dolar AS dari total ekspor selama Januari 2021 sebanyak 197,11 juta dolar AS.

“Secara mtm migas mengalami perubahan 0,03% mtm dan 7,99% yoy, sementara non migas meningkat cukup signifikan 63,98% mtm dan 55,50% yoy,” jelas Maritje. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 24 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: