Dishut Lebih Selektif terkait IUPPH

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Papua Barat, Hendrik Runaweri, menuturkan, penghargaan yang diterima oleh Gubernur Papua Barat sebagai pahlawan konservasi global adalah kebanggaan dan juga motivasi dalam menjaga hutan di Papua Barat.

Untuk itu perlu ditindaklanjuti dengan aksi konkrit seperti yang sudah dilakukan Dinas Kehutanan untuk mendukung koservasi berkelanjutan. Langkah tersebut adalah melakukan kontrol di bidang pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan (IUPHH) di wilayah Papua Barat.

Dia melanjutkan, dengan melakukan pembatasan serta pengawasan terkait dengan usaha pemanfaatan hasil hutan diharapkan dapat terus menjaga Papua Barat sebagai wilayah konservasi.

“Kebijakan sudah mulai jalan, kita akan lebih selektif saat mengeluarkan IUPHH di setiap wilayah. Jika pemimpin sudah berkomitmen untuk menjaga hutan, maka tugas kami juga wajib ikut melaksanakannya,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/6/2019).

Pencanangan daerah konservasi pun sempat membuat pemerintah daerah dilema lantaran pemanfaatan hasil hutan menunjang ekonomi masyarakat setiap hari.

“Selanjutnya kita fikirkan bagaimana melakukan pemanfaatan hutan bukan kayu, selama ini belum dijalankan. Ekonomi masyarakat terus meningkat tetapi tidak mengorbankan hutan sebagai wilayah konservasi,” tandas dia.

Dia menjelaskan, saat ini jumlah perusahaan pemilik IUPHH yang beroperasi di Kabupaten Teluk Bintuni, Kaimana, dan Tambrauw sebanyak 22 perusahaan. Dimana yang aktif hanya berkisar 30 persen dari jumlah keseluruhan tersebut.

 

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, menerima penghargaan ‘Pahlawan Konservasi Global’ dalam acara Gala Dinner Organisasi Non-Profit Konservasi Internasional (CI) yang digelar Sabtu (8/6/2019) di Los Angeles, AS.

Penghargaan tersebut diraih Dominggus Mandacan karena provinsi yang dipimpinnya, dinilai sebagai daerah yang memegang komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan serta pengesahan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) yang mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan yang ramah lingkungan.

“Kami dari dinas merasa bangga, Gubernur sebagai kepala daerah mendapat penghargaan itu. Mungkin ada persepsi yang berbeda-beda, tapi bagi kami itu adalah momen untuk motivasi terus berbenah diri menjadi lebih baik,” pungkas Runaweri. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: