Ekonomi Papua Barat Kuartal I-2021 Tumbuh Positif

  • Ditopang Migas

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Perekonomian Provinsi Papua Barat yang ditopang oleh sektor minyak dan gas (Migas), mengalami pertumbuhan positif sebesar 1,47 persen (year on year/yoy) pada kuartal I tahun 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kuartal I-2021 atas dasar harga berlaku mencapai Rp21.534 miliar meningkat dibandingkan kuartal I-2020 yang hanya mencapai Rp20.941 miliar.

Dan, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp15.698 miliar meningkat dari kuartal I-2020 yakni Rp15.472 miliar.

“Secara yoy laju pertumbuhan kuartal I-2021 ini positif ya. PDRBnya meningkat sedikit,” kata Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia saat menggelar konferensi pers di Manokwari, Rabu 5 Mei 2021.

Meskipun positif, sambung dia, namun laju pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 ini lebih rendah dari kuartal I-2020 yang mencapai 5,29 persen (yoy). Sebagaimana diketahui, situasi pandemi Covid-19 menghantam kondisi perekonomian Papua Barat mulai dari kuartal II-2020 turun menjadi 0,72 persen (yoy), kuartal III-2020 terkontraksi -3,16 persen (yoy) dan kuartal IV-2020 terkontraksi sangat dalam menjadi -5,21 persen (yoy).

“Kuartal I tahun ini ekonomi kita kembali bangkit,” jelas Maritje.

Dari 17 lapangan usaha, kata Maritje, hanya 8 lapangan usaha yang tumbuh positif dan sisanya negatif.

Lapangan usaha yang tumbuh positif adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh signifikan 15,54 persen (yoy), pengadaan listrik dan gas tumbuh 13,67 persen (yoy), industri pengolahan tumbuh 10,12 persen (yoy), jasa lainnya 7,7 persen (yoy), jasa keuangan dan asuransi 5,95 persen (yoy), informasi dan komunikasi 5,77 persen (yoy), pertambangan dan penggalian 4,58 persen (yoy), serta lapangan usaha perdagangan 3,56 persen (yoy).

Sedangkan 9 lapangan usaha lainnya mengalami kontraksi. Seperti transportasi dan pergudangan -12,39 persen (yoy), konstruksi -8,41 persen (yoy), administrasi pemerintahan -8,03 persen (yoy), pertanian -5,08 persen (yoy) dan lainnya.

“Ada tiga lapangan usaha yang dominan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Papua Barat,” jelas Maritje.

Dia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Papua Barat juga ditopang dari sisi pengeluaran. Antara lain, konsumsi pemerintah tumbuh 9,55 persen (yoy), dan ekspor luar negeri tumbuh 2,10 persen (yoy). Sedangkan konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non profit, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan impor luar negeri mengalami kontraksi.

“Impor luar negeri yang terkontraksi dimaknai positif dalam pembentukan PDRB,” jelas dia.

Apabila ditinjau secara kuartal ke kuartal, sambung Maritje, ekonomi Papua Barat kuartal I-2021 tumbuh melambat 0,06 persen (q-to-q) jika dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yang tumbuh sebesar 2,03 persen (q-to-q).

“Polanya seperti itu. Biasanya pertumbuhan q-to-q itu akan meningkat di kuartal kedua,” terang Maritje.

Dia melanjutkan, dari sisi produksi, 17 lapangan usaha tumbuh positif. Ada tiga lapangan usaha yang tumbuh signifikan dan memberikan efek positif terhadap perekonomian Papua Barat kuartal I-2021. Meliputi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian tumbuh 7,22 persen (q-to-q), jasa lainnya 1,90 persen (q-to-q) serta lapangan usaha pengadaan listrik dan gas tumbuh 1,80 persen (q-to-q).

Sementara dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pembentuk PDRB mengalami kontraksi terkecuali impor luar negeri. Meskipun demikian impor luar negeri yang tumbuh sebesar 172,98 persen (q-to-q) bermakna negarif terhadap pembentukan PDRB Papua Barat. (PB15)

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 6 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: