Gubernur Minta Warga Flobamora Jadi Pemersatu Keberagaman di Papua Barat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Masyarakat yang menghuni 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat terdiri dari berbagai suku dan etnis.
Salah satunya adalah Flobamora-Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dengan demikian, warga Flobamora harus mampu menjadi salah satu unsur pemersatu atas keberagaman suku, agama dan ras di Papua Barat.
“Saya minta keluarga Flobamora di Papua Barat dapat menjadikan keberagaman sebagai sumber inspirasi, pemersatu suku-suku yang ada di Papua Barat ini,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat membuka gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke II Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Barat di Sorong, Jumat (19/3/2021).
Gubernur meyakini bahwa masyarakat Flobamora diaspora yang terhimpun dalam IKF Papua Barat dapat melahirkan inovasi-inovasi guna mendukung perkembangan serta kemajuan pembangunan daerah setempat.
“Saya percaya IKF dapat menjadi pendobrak kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak produktif dan membuat lompatan-lompatan bagi kemajuan Papua Barat,” kata Dominggus.
Meskipun Papua Barat dan NTT memiliki budaya yang berbeda, namun memiliki nilai kemanusiaan yang sama, kemajemukan, keberagaman etnis, demokrasi, toleransi dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.
“Hal ini menjadi fondasi dengan nilai yang kuat dalam menjamin kekerabatan dan persaudaraan,” ungkapnya.
Dominggus menilai, keberadaan IKF selama 6 tahun telah menujukkan eksistensinya dengan memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua Barat.
Hubungan kemitraan yang telah terjalin perlu diperkokoh dengan mengedepankan sikap anti intoleransi, anti radikalisme dan anti terorisme.
“Sebagai provinsi yang majemuk, kita harus bekerja keras bahu membahu dan bekerja keras agar mampu menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi dan menemukan solusi terhadap persoalan yang dihadapi,” ucap Dominggus.
Dirinya juga berharap, pelaksanaan Musda IKF ke II berjalan dengan aman dan tertib. Sehingga menghasilkan keputusan yang baik bagi perkembangan organisasi serta memupuk nilai kekerabatan antar masyarakat Flobamora diaspora di Papua Barat.
“Buatlah keputusan-keputusan dalam forum ini dengan penuh sukacita. Tidak boleh ada emosi dan marah. Pengambilan keputusan dengan cara yang baik, pasti akan menghasilkan keputusan yang baik juga,” tutupnya.
Sementara itu, Plh Ketua IKF Papua Barat Romanus Pegan menyampaikan, saat ini masyarakat NTT atau Flobamora tersebar di seluruh kabupaten/kota di Papua Barat. Bahkan, ada sebagian diantaranya sudah menjalin hubungan perkawinan dengan penduduk asli Papua Barat.
“Ini menjadi sebuah difusi budaya yang membawa dampak bagi terjalinnya tali persaudaraan antara masyarakat NTT dan Papua Barat,” ujarnya.
Ia berpesan kepada seluruh masyarakat Flobamora Papua Barat agar terus-menerus memberikan contoh teladan yang baik dalam pergaulan sehari-hari. Teladan tersebut tidak hanya ditunjukkan kepada masyarakat suku Papua saja, tetapi juga kepada setiap suku dan agama se-nusantara yang ada di Papua Barat.
“Empati dan saling menghormati adalah kunci utamanya,” pungkasnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: