Gubernur Resmikan Ruas Jalan Penghubung Terpenting di Pegaf

MANOKWARI, papuabaratnews.co Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan ruas jalan di Testega merupakan poros terpenting di jalur penghubung empat kabupaten, yaitu Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Manokwari dan Manokwari Selatan.

Dominggus menyebutkan ruas jalan Testega- Moskona Timur, Testega-Meyof-SP 9 Manokwari, Meiforga- Testega- Demoura- Yoma,  Testega- Meidodga sebagai salah satu alternatif untuk membuka keterisolasian daerah pedalaman.

“Hari ini kita meresmikan empat ruas jalan penting, yang akan menjadi penghubung antar kabupaten,” kata Gubernur Mandacan kepada awak media di Distrik Testega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Dominggus, adanya ruas jalan penghubung ini menjadi sebuah lompatan besar karena akan mendongkrak perekonomian daerah. Karena akses jalan menjadi sarana pendukung penting berputarnya roda perekonomian suatu daerah.

“Kita berharap dengan terbukanya akses jalan penghubung antar kabupaten ini, maka masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomis,” tukasnya.

Dominggus menyebutkan peresmian dua rute jalan dari Distrik Testega menuju Distrik Moskona Timur yang telah dikerjakan. Selain itu prosesi penandaan pembangunan ruas jalan dari Distrik Testega menuju ke Meyof dan sampai di SP9 Kabupaten Manokwari.

Dia menambahkan proses peningkatan ruas jalan Meiforga sampai ke Distrik Testega, kemudian ke kampung Demoura dan Yoma juga mulai dilakukan. Sementara rute baru ruas jalan dari Distrik Testega menuju kampung Meidodga segera akan dilakukan.

“Dua ruas jalan telah dibuka, satu ruas jalan ditingkatkan dan rute Testega ke Meidodga akan segera dibongkar,” terangnya.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah daerah setempat agar menghubungkan ruas jalan penghubung tersebut dengan sejumlah sentra perekonomian. Harapannya supaya perekonomian Pegunungan Arfak dan daerah sekitarnya bisa bangkit.

“Agar jalan penghubung ini bisa disambungkan pada sentra-sentra ekonomi, pariwisata, pertanian dan perkebunan. Berikan akses penghubung ke sana. Manfaat ekonominya akan bisa maksimal,” paparnya.

Dengan adanya jalan ini, menurut Dominggus, akan tumbuh perekonomian baru, masyarakat akan berkebun atau menanam hasilnya dan bisa dibawa ke Manokwari, Bintuni dan Manokwari Selatan.

Dominggus berharap masyarakat membantu pemerintah agar pembangunan ruas jalan penghubung tersebut dikerjakan tanpa ada hambatan.

“Kita berharap semua berjalan lancar, sehingga kita bisa membangun Manokwari, Pegaf, Distrik Testega, Meiforga, Moskona Timur. Di pegunungan ini banyak sumber daya alam yang tersedia, tapi di satu sisi daerah ini masih tertutup, sehingga mau bangun pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi juga susah,” ucapnya.

Dia lalu memastikan pemerintah akan terus berupaya menyelesaikan pembangunan ruas jalan mulai dari wilayah pedalaman. Menurutnya sudah saatnya pembangunan daerah harus dimulai dari pedalaman.

“Kesulitan membuka daerah terisolasi tidak boleh membuat pemerintah menyerah karena kesulitan geografis. Justru kesulitan akses wilayah suatu daerah menjadi peluang bagi pengembangan daerah dengan bersandar pada potensi unggulan daerah,” paparnya. (PB22)

‘Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 15 Maret 2021’

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: