Hunian Kamar Hotel di Papua Barat Naik Tipis

  • Juni tercatat 14,53 persen

MANOKWARI, papuabaratnews.coSektor perhotelan yang sempat terpuruk akibat kebijakan pembatasan aktivitas di luar rumah, kini mulai menggeliat.

Hal ini seiring dengan penerapan kenormalan baru di masa pandemi Covid-19.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Papua Barat pada Juni 2020 tercatat 14,53 persen (month to month/mtm) atau naik sebesar 3,80 poin jika dibandingkan dengan TPK Mei 2020 10,73 persen. Namun, secara tahunan (year on year/yoy) TPK hotel turun sebesar 24,98 poin dari 39,51 persen pada Juni tahun 2019, menjadi 14,35 persen pada Juni 2020 ini.

“Sektor ini belum terlalu bergerak, tapi sedikit meningkat untuk Bulan Juni. Memang sektor ini masih jauh dari yang kita harapkan,” kata Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, saat menggelar konfrensi pers secara virtual di Manokwari, Senin (3/8/2020).

Dibukanya kembali akses transportasi dan aktivitas masyarakat di luar rumah, kata dia, akan memberikan efek positif terhadap tingkat hunian kamar hotel yang beberapa bulan belakangan terus tertekan akibat pandemi virus korona.

“Saya melihat beberapa even sudah dilakukan di hotel, mudah-mudahan ini mendorong tingkat penghunian kamar hotel,” terang Maritje.

Ia menerangkan, rata-rata lama menginap wisatawan domestik dan mancanegara di hotel berbintang selama Juni 2020 mencapai 1,61 hari. Jumlah ini turun sebesar 21 persen, jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada Mei 2020 yang tercatat 2,04 hari.

“Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing selama Bulan Juni 2020 itu1,89 hari, sedangkan tamu domestik sebesar 1,61 hari,” ujar dia.

Untuk kawasan Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), tingkat hunian kamar hotel di Papua Barat menduduki peringkat kedua terendah setelah Maluku. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: