Kadin Harap Pemda Mendata Petani Kopi di Pegaf

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pengembangan komoditas kopi jenis arabika di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), hingga kini belum berjalan maksimal.

Untuk itu, Kamar Dagang Industri (Kadin) Provinsi Papua Barat berharap pemerintah daerah setempat terlebih dahulu mendata lokasi rencana pembudidayaan kopi dan jumlah petani ataupun kelompok tani.

Data tersebut nantinya diserahkan ke Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementrian Pertanian, guna mendapatkan program pengembangan potensi kopi di Pegaf.

“Kita sudah mencoba dorong, tapi mereka (Dirjen Perkebunan) butuhkan data dulu,” kata Ketua Kadin Papua Barat, Marlina, saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Sabtu (18/7/2020).

Dengan adanya program dari pemerintah pusat, kata dia, masyarakat di Pegaf akan diberikan pelatihan soal teknik budidaya tanaman kopi mulai pemilihan bibit unggul, cara menanam dan merawat tanaman kopi tersebut. Bahkan, dilakukan pendampingan terhadap petani ataupun kelompok tani sampai benar-benar paham tentang budidaya kopi.

“Dirjen sangat antusias kembangkan kopi di Kabupaten Pegaf, dan itu akan jadi ikon Papua Barat nantinya,” ujar Marlina.

Sebelumnya, ia telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui instansi teknis agar data petani dilengkapi sebelum dimasukan ke Kementrian Pertanian. Namun, kelengkapan data tak kunjung diterima.

“Sudah diminta tapi kurang lengkap,” jelas dia.

Marlina menerangkan, Kopi Pegaf atau yang lebih familiar dengan nama Kopi Anggi memiliki cita rasa yang khas sehingga mampu bersaing di pasaran baik domestik maupun internasional.

Tentunya, hal itu harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan pembinaan secara intens terhadap para petani kopi itu sendiri.

“Cita rasanya sangat kuat, dan nilai jualnya sangat tinggi jika dikembangkan,” kata Marlina.

Ia melanjutkan, dari hasi peninjauan langsung di Pegaf ada dua jenis yakni arabika dan robusta tumbuh tak terawat lantaran keterbatasan pemahaman masyarakat. Tanaman kopi itu terdapat di Distrik Anggi dan Distrik Minyambouw.

“Kalau dikelola baik, produktivitasnya meningkat, Kadin akan dorong sampai ekspor. Marketnya kami carikan,” ujar dia.

Tahun 2019 lalu, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBN) Provinsi Papua Barat telah menyebarkan 2 ribu bibit kopi untuk ditanam di Pegaf.

Di tahun yang sama juga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat bekerjasama dengan LSM Bentara Papua, telah mengikutertakan biji Kopi Pegaf pada Festival Kopi Nusantara yang digelar di Taman Fatahilah, Kota Tua, Jakarta Pusat.

Kepala BI Papua Barat yang waktu itu dijabat oleh S Donny H Heatubun, menjelaskan, mulai dari pencinta kopi, penikmat kopi, pebisnis dan pelaku usaha kedai kopi berharap biji kopi dari Pegaf dapat mereka peroleh di pasaran.(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: