Kanwil Kemenag Gelar Dialog Kerukunan Beragama

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat menggelar dialog kerukunan internal umat beragama dan moderasi umat Katolik tahun 2021.

Dialog dinilai sebagai jembatan untuk menghubungkan masyarakat di tengah keberagaman baik agama, ras, dan suku. Keberagaman harus mempersatukan seluruh masyarakat di Papua Barat.

Kepala Kakanwil Kemenag Papua Barat Yan Kristianus Kadang mengatakan, keberagaman agama merupakan modal untuk membangun kehidupan sosial. Perbedaaan agama menurutnya tidak boleh menjadi alasan tindakan pembunuhan atau kekerasan kepada kelompok lain yang berbeda. Perbedaan agama harus menjadi jembatan untuk membangun bangsa.

“Kita harus bersatu melalui dialog sehingga perbedaan tidak menjadi alasan kita berpisah,” ujarnya.

Yan menyebutkan di Indonesia terdapat beragam agama di antaranya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Keberagaman agama harus selalu didialogkan sehingga terbangun sikap toleransi di antara umat beragama. Ia mengingatkan Papua Barat pada tahun 2020 lalu meraih predikat tertinggi Indeks Kerukunan Beragama secara nasional. Predikat ini harus tetap dijaga sebagai contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Papua adalah surganya Indonesia karena itu kerukunan yang di tanah ini harus kita jaga bersama,” urainya.

Senada, Ketua Panitia Dialog Lusia Novi menyatakan, pelaksanaan dialog iikuti oleh 52 peserta yang hadir dari 3 Paroki dan Stasi di Wilayah Pastoral Manokwari. Pihaknya berharap umat Katolik terus membangun semangat kerukunan hidup dalam kehidupan menggereja maupun di dalam masyarakat.

“Dengan semua orang baik di dalam gereja maupun di tengah masyarakat,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 30 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: