Karantina Wilayah Kabupaten Maybrat Dinilai Berhasil

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Penerapan kebijakan karantina wilayah oleh Pemerintah Kabupaten  Maybrat dinilai berhasil menekan penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 di wilayah Kabupaten Maybrat.  Kebijakan karantina wilayah terbukti ampuh, pasalnya hingga Sabtu (25/4/2020), belum ada laporan kasus postif Covid-19 di daerah tersebut.

Perwakilan Mahasiswa Maybrat di Manokwari,  Edison Ijie mengatakan, langkah antisipasi yang dilakukan Pemda Maybrat dengan memberlakukan kebijakan karantina wilayah sangat tepat lantaran efektif mencegah terjadinya penularan virus corona baru (Covid-19) di wilayah Maybrat.

“Kami mengapresiasi kebijakan Bupati Maybrat menerapkan kebijakan karantina wilayah. Langkah ini sudah tepat,” ujarnya saat di konfirmasi Papua Barat  News,  di Manokwari,  Jumat (24/4/2020).

Edison memaparkan dampak positif pemberlakuan karantina wilayah yang diterapkan Pemda Maybrat terbukti sampai saat ini belum ada laporan kasus positif covid-19 di wilayah tersebut.

“Kita bersyukur sampai hari ini Maybrat masih berada di zona hijau,  artinya belum ada kasus Covid-19 di sana, ” ujarnya.

Menurutnya,  kebijakan karantina wilayah sejalan dengan semangat perlindungan terhadap masyarakat asli Papua yang tertuang dalam amanat UU Otsus Papua Nomor 21 Tahun 2001 bagi Provinsi Papua Bab XVII (17) tentang Kesehatan Pasal 59 Ayat 2, yang menegaskan tanggung jawab pemerintah terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

“Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi,  dan Pemerintah Kabupaten/ Kota berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit-penyakit endemis dan/atau penyakit-penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk,’ terangnya.

Edison mengakui Pemda Maybrat serius bekerja menangkal masuknya Covid-19  di wilayah tersebut.  Sekalipun kebijakan karantina wilayah yang ditetapkan terkesan menabrak instruksi pemerintah pusat dan provinsi.  Terbukti belum ada kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi di wilayah itu.

“Kebijakan yang diambil ini memang menimbulkan kontroversi di antara tingkat pemerintahan,” tukasnya.

Di sisi lain pihaknya meminta agar Pemda Maybrat memperhatikan dampak gejolak sosial ekonomi yang ditimbulkan dengan adanya kebijakan karantina wilayah.

Ijie mengungkapkan saat ini kondisi 147 mahasiswa asal Maybrat di Manokwari dalam keadaan yang memprihatinkan. Ratusan mahasiswa Maybrat terpencar tanpa adanya perhatian dari pemda. Pihaknya meminta Pemda Maybrat tidak menutup mata terhadap situasi dan kondisi yang tengah di derita oleh mahasiswa-mahasiswi asal Maybrat di Manokwari.

“Teman-teman mengeluh  sudah kehabisan bahan makanan dan uang,” terangnya.

Mewakili 147 mahasiswa Maybrat di Manokwari, dia berharap Bupati  Maybrat dan Kepala Dinas Pendidikan segera mengambil langkah cepat dengan memulangkan mahasiswa ke daerah asalnya seperti di Aifat,  Mare, Aitinyo dan Ayamaru. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: