KEK Sorong Jadi Rebutan Investor

SORONG, papuabaratnews.co – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabupaten Sorong kini mulai menjadi primadona. Sejumlah investor dari dalam dan luar negeri berlomba untuk berinvestasi di kawasan tersebut

Sejak diresmikan oleh presiden Jokowi pada beberapa bulan yang lalu, KEK Arar Kabupaten Sorong sudah dilirik banyak investor, khususnya di kawasan bagian depan pantai area KEK Arar, sudah tidak tersedia lagi yang kosong, semuanya sudah dikapling dan menjadi milik pengusaha.

Kondisi ini dibenarkan Direktur Bisnis BUMD PT. Malamoi Olol Wobok (MOW), Muhammad Said Noer. Menurutnya Kawasan KEK Arar hanya tersisa di bagian belakang, sedang dibagian depan sudah terkapling habis.

Sebagai pengelola kawasan KET tersebut, PT. MOW sering didatangi investor untuk memiliki lahan di kawasan tersebut. Menurut Said Noer, sedikitnya ada tiga investor hanya dalam hitungan beberapa hari saja mendatangi PT. MOW.

“Bahkan ada satu di antaranya yang memaksa untuk memperoleh lokasi di bagian depan pantai karena akan berinvestasi untuk sekitar docking kapal- kapal ukuran besar,” kata Said Noer.

Kegiatan utama di KEK Sorong meliputi industri pengolahan nikel, pengolahan kelapa sawit, hasil hutan dan perkebunan (sagu), serta pembangunan pergudangan logistik.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, sampai saat ini investor yang bergabung dalam KEK Sorong antara lain PT Semen Gresik (Semen Indonesia Group) untuk membangun pabrik pengemasan semen, PT Henrison Inti Putra untuk membangun pabrik pengolahan kayu dan sawit, dan PT Bumi Sarana Utama (Kalla Group) untuk membangun storage aspal curah.

Ada pula investor lainnya yang akan masuk yaitu PT Gag Nikel untuk pembangunan smelter nikel, PT Pelindo IV untuk pengembangan Pelabuhan Arar sebagai sarana konektivitas dan logistik, PT Numarin Terra Anugerah untuk pembangunan cold storage perikanan, serta PT Power Gen untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) sebesar 20 MW.

KEK Sorong ditargetkan menarik investasi sampai sebesar Rp 32,5 triliun. KEK Sorong juga diproyeksi mendongkrak perekonomian Kabupaten Sorong dengan proyeksi peningkatan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) sekira Rp10,64 triliun pada 2030.

Pada tahun kelima pengoperasian KEK Sorong ini, diharapkan dapat menyerap sekitar 15.024 orang tenaga kerja. (PB7)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 15 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: