Kemenkumham Papua Barat Dorong Perlindungan HKI

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat terus mendorong upaya perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual dan Hak Cipta bagi para seniman di wilayah setempat.

Jaminan perlindungan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri.

Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Barat, Anthonius Ayorbaba, mengatakan, perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual yang dihasilkan oleh masyarakat akan diberikan sesuai amanah dari aturan perundang-undangan. Secara konsisten, para seniman dan masyarakat diimbau dapat mendaftarkan hasil karya mereka melalui Kemenkumham Papua Barat.

“Kita terus mendorong agar potensi besar yang ada di Papua Barat mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum,” ujarnya dalam seminar bertajuk Promosi dan Diseminasi Desain Industri, Selasa (4/8/2020).

Ayorbaba menyebutkan, hasil kekayaan intelektual di Papua Barat sangatlah banyak. Baik hasil potensi kekayaan alam maupun hasil karya pikiran. Salah satu hasil kekayaan intelektual tersebut yakni lukisan karya Lukas Kayukatui. Lukisan menurutnya masuk dalam kategori kekayaan hasil intelektual masyarakat Papua yang harus mendapatkan perlindungan.

“Orisinalitas lukisan adalah ekspresi nyata dari kekayaan intelektual yang harus dilindungi oleh negara,” terangnya.

Lukas Kayukatui merupakan salah satu pelukis di Papua Barat yang telah mendaftarkan enam karyanya ke Kemenkumham.

Lukas menuturkan, hadirnya layanan perlindungan atas hak kekayaan intelektual bagi seniman Papua sangatlah berarti. Sebab, selama ini sejumlah hasil karya dari para seniman belum mendapat pengakuan secara legalitas.

“Sebagai pelukis kami selalu berpikir bagaimana mencipta dan mencipta sampai sebuah lukisan itu bisa jadi. Namun kami tidak tahu kalau perlu hak cipta. Dengan adanya hak cipta ini maka ini sangat benar dan tepat menjawab kegelisahan kami selama ini,” ucap pria kelahiran Serui, 22 September 1964.

Seniman di Papua Barat, kata dia, membutuhkan perlindungan hak cipta.  Perlindungan hak cipta diibaratkan payung besar yang berfungsi melindungi mereka dari terpaan hujan yang sekian lama melanda.

“Khusus seni lukis turun ke anak-anak Papua agar ke depannya mereka memiliki wawasan seni dan mencintai budaya Papua,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: