Kesbangpol Gelar FGD Sikapi Dinamika Masyarakat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Manokwari, Kamis 15 April 2021. Kegiatan tersebut digelar menyikapi dinamika perkembangan kehidupan bermasyarakat di Papua Barat akhir-akhir ini.

Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Provinsi Papua Barat Baesarah Wael mengatakan, kegiatan FGD melibatkan para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan. Jumlah peserta yang diundang terbatas  karena disesuaikan dengan kondisi ruangan dan situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Pesertanya kita batasi sebanyak 30 orang dengan melibatkan para tokoh baik masyarakat, agama, pemuda dan perempuan,” ujarnya.

Menurut dia, dalam kesempatan tersebut pihaknya membicarakan segala kondisi sosial kemasyarakatan yang terjadi di Papua Barat, khususnya Manokwari sebagai Ibukota Provinsi. Manokwari dijadikan barometer untuk mengukur kualitas kerukunan dan toleransi antarumat beragama.

“Segala fenomena sosial yang terjadi di kalangan masyarakat kita sampaikan dan diskusikan agar bisa menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah,” kata Mantan Wakil Walikota Sorong tersebut.

Baesarah mengungkapkan, salah satu persoalan yang diangkat dalam diskusi tersebut adalah kasus penikaman terhadap 2 warga Papua di Wosi beberapa waktu lalu. Persoalan tersebut menjadi rekomendasi terbesar untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi untuk segera difasilitasi penyelesaiannya.

“Ini supaya tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Karena kedua korban merupakan anak asli Papua. Itu tuntutan terbesar yang kita hasilkan dari pertemuan ini,” ungkapnya.

Disampaikannya, kemajemukan yang ada di Papua Barat belum dipahami secara baik oleh beberapa oknum. Hal itu tentu saja dapat menimbulkan kerawanan yang berpotensi mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. Karenanya, ada banyak persoalan lainnya yang disampaikan para peserta diskusi dalam kesempatan tersebut. Persoalan pendidikan, ketenagakerjaan, politik dan interaksi sosial antar perkumpulan menjadi hal penting yang turut dibicarakan.

“Semuanya ditujukan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di tanah Papua Barat ini,” imbuhnya.

Dirinya kembali menambahkan, segala persoalan yang dibicarakan akan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah. Hal itu dilakukan agar kebijakan yang diambil oleh pemerintah searah dengan pokok-pokok pikiran yang dihasilkan dalam diskusi.

“Ini menjadi tugas yang akan kami lanjutkan kepada Gubernur. Sehingga segala kebijakan yang diambil searah dengan apa yang dihasilkan dalam diskusi ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dibuka Gubernur Papua Barat yang diwakili oleh Assisten III Setda Papua Barat Bidang Administrasi Umum Raymond Yap. Sementara kegiatan diskusi dipandu oleh Thamrin Payopo sebagai Moderator. (PB25)

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: