Komisi II DPR Papua Barat Sarankan Pemda Optimalkan Potensi Ekonomi Baru

MANOKWARI, PB News – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat Mudasir Bogra menyarankan agar pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, saling bersinergi untuk mengoptimalkan sejumlah sektor yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Papua Barat.
“Urusan-urusan core bisnis itu harus lebih dipacu lagi,” kata Mudasir saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Selasa (9/2/2021).
Optimalisasi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan ini, kata dia, mampu menopang perekonomian Provinsi Papua Barat yang selama ini masih didominasi oleh sektor minyak dan gas (Migas). Padahal, Papua Barat memiliki kekayaan alam yang luar biasa jika dikelola secara baik oleh pemerintah daerah.
“Sektor-sektor unggulan itu perlu digenjot dan dikelola sebaik mungkin,” jelas legistalor yang membidangi perekonomian ini.
Ia melanjutkan, dalam masa pandemi Covid-19 kondisi perekonomian daerah, nasional bahkan global terkontraksi.
Untuk itu, rencana kerja OPD harus memprioritaskan pemulihan ekonomi tahun 2021.
Ia melanjutkan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat pada Senin (8/2/2021), Komisi II telah mengingatkan agar dinas terkait fokus dalam rencana kerja pengembangan sektor pariwisata tahun 2021.
Sehingga, output yang dikerjakan berjalan sesuai harapan masyarakat luas.
“Harus orientasi ke rencana kerja itu, jangan sampai lebih kepada pendekatan proyek daripada pelayanan,” tegas dia.
Terpisah, Tokoh Pemuda Papua Barat Ricky Asmuruf berharap agar DPR Papua Barat dalam RDP dengan OPD, hingga pembahasan RAPBD tahun 2021 lebih memperhatikan kepentingan masyarakat. Terutama, sektor ekonomi yang mengalami tekanan akibat pandemi virus korona.
“Jalan dan jembatan itu sabar dulu, fokus dulu dengan kebutuhan masyarakat yang mendasar,” ujar Ricky.
“Pembangunan ekonomi, pendidikan dan kesehatan itu harus diprioritaskan,” tutur dia menambahkan.
Data dari Badan Pusat Statistik, perekonomian Provinsi Papua Barat secara kumulatif (Januari sampai Desember 2020) terkontraksi -0,77% jika dibandingkan tahun 2019 yang tumbuh 2,66%.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi Papua Barat tanpa sektor migas, anjlok -2,28%.
Capaian pertumbuhan ekonomi tahun 2020 menjadi yang paling terendah dalam lima tahun terakhir (2016-2020).
Pada tahun 2016 ekonomi Papua Barat tumbuh 4,52%. Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi turun menjadi 4,02%. Tahun 2018 ekonomi Papua Barat meningkat tajam menjadi 6,25%. Namun, tahun 2019 perekonomian kembali turun menjadi 2,66% dan tahun 2020 perekonomian terjun ke -0,77%.
Sementara pertumbuhan ekonomi Papua Barat secara kuartal selama tahun 2020 adalah, kuartal I tumbuh 5,29% yoy dan melambat pada kuartal II menjadi 0,72% yoy. Kuartal III, ekonomi Papua Barat terkontraksi -3,16% yoy dan kuartal IV anjlok -5,21% yoy.(PB15)

Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News, edisi Rabu (10/2/2021)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: