Kreativitas LPP Manokwari Jelang HUT RI

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Manokwari menggelar acara pameran hasil kreativitas dari warga binaan, seperti noken, anyaman sepatu dan kerajinan tangan lainnya.

Program pembinaan bertujuan meningkatkan potensi kreatif sekaligus kesadaran hukum, ketika usai menjalani masa hukuman mereka.

“Tujuan dari pembinaan untuk menghasilkan warga binaan yang sadar hukum dan menjadi warga negara yang baik setelah keluar,” ujar Kepala LPP Kelas III Manokwari, Engelina Hukubun di sela-sela kegiatan gelar kreativitas warga binaan menyongsong Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia, Jumat (7/8/2020).

Waktu yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan acara tersebut, kata dia, selama empat hari. Beruntung ada beberapa warga binaannya memiliki latarbelakang sebagai instruktur senam, dan penari sehingga proses latihannya bisa berjalan lancar dan cepat.

“Kami menunjukkan bahwa kami masih layak diberi kepercayaan untuk menjadi warga negara yang baik dan mencintai negara ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, jumlah penghuni LPP Kelas III Manokwari saat ini sebanyak 20 orang yang terdiri dari 14 orang narapidana dan 6 orang tahanan.

“Dari jumlah yang ada ini, kami juga sudah mengusulkan sebanyak 8 orang untuk mendapatkan remisi pada HUT kemerdekaan nanti. Mudah-mudahan semuanya terpenuhi,” ungkapnya.

Nova, salah seorang warga binaan mengatakan dirinya merasa sangat bangga bisa memberikan cinta kepada bangsa dan negaranya melalui fragmen dan tarian yang dipersembahkan bersama kawan-kawannya pada kesempatan tersebut.

“Bangga dan bahagia masih bisa merayakan kemerdekaan negara ini meskipun kami berada di tempat ini dan jauh dari keluarga. Walaupun berada dalam tahanan, kami tetap masih bisa menunjukkan kecintaan kami kepada negara,” kata dia.

Untuk diketahui, kegiatan Gelar Kreativitas Warga Binaan LPP Kelas III Manokwari tersebut menyuguhkan beberapa acara yang dikreasi oleh pembina maupun warga binaan yang berlangsung sederhana tetapi sarat makna. Adapun beberapa acara yang ditampilkan diantaranya, tarian perang dari Papua, Anging Mamiri dari Makasar, tarian kolosal dan fragmen proklamasi kemerdekaan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenkumham Papua Barat Anthonius Ayorbaba, Kadiv Pemasyarakatan, Kepala Lapas Kelas II B Manokwari, para pembina dan undangan lainnya. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: