Logistik untuk Korban Bencana NTT Didistribusikan Hari Ini

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Logistik sumbangan berupa pakaian layak pakai dan makanan yang digalang untuk membantu korban bencana Siklon Tropis di NTT disalurkan hari ini, Jumat (16/4/2021). Penyaluran logistik bantuan tersebut menggunakan KM. Labobar milik PELNI.

Ketua Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Barat Clinton Tallo mengatakan, pendistribusian bantuan logistik tersebut dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan PT PELNI Cabang Manokwari terkait jadwal keberangkatan kapal dari Manokwari menuju NTT. Sayangnya, dalam bulan ini tidak ada jadwal pelayaran kapal menuju NTT. Karenanya, pendistribusian dilakukan secara transit dengan pelabuhan tujuan Surabaya.

“Jadi karena tidak ada kapal yang melayani pelayaran menuju NTT, maka kita transit lewat Surabaya. Nanti ada orang kita yang mengawal sampai di NTT,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis 15 April 2021.

Menurut dia, sebanyak 245 paket karung pakaian layak pakai dan makanan yang dikirim pada kesempatan tersebut. Semua logistik akan diserahkan ke posko induk milik pemerintah Provinsi NTT. Kemudian selanjutnya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang terdampak bencana Siklon Tropis seroja yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Segala jenis bantuan kita pusatkan di posko induk milik Pemprov. Nanti mereka yang akan menyalurkan ke daerah-daerah karena lebih tau kondisi di lapangan. Intinya adalah bantuan yang kita berikan sampai dan dimanfaatkan oleh saudara-saudara yang ada di Flobamora,” ungkapnya.

Sementara itu, Marketing PT PELNI Cabang Manokwari Harbert mengatakan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mendapatkan mandat dari Departemen Perhubungan untuk menyalurkan segala jenis bantuan untuk korban bencana di NTT. Sehingga segala bentuk sumbangan logistik yang dialamatkan kepada korban bencana alam di NTT yang diberangkatkan dari Pelabuhan Surabaya tidak dipungut biaya.

“Jadi donatur hanya menyiapkan biaya pengiriman dari Manokwari ke Surabaya. Kebetulan kita dapat diskon kargo jadi nilainya berkisar 9 juta rupiah. Kalau dari Surabaya ke NTT, tidak dikenai biaya,” ujarnya.

Harbert menuturkan, KM Labobar akan bertolak dari Pelabuhan Manokwari pada Jumat (16/4/2021) pukul 08.00 WIT. Pelayaran menuju Surabaya membutuhkan waktu beberapa hari sehingga pihaknya harus memastikan waktu keberangkatan kapal dari Surabaya menuju Kupang, NTT.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan dengan PELNI pusat, didapatkan informasi bahwa jadwal keberangkatan kapal dari Surabaya menuju Kupang antara tanggal 24 dan 25 April 2021. Karena itu, pihaknya segera menginformasikan hal tersebut kepada pengurus IKF di Papua Barat agar bisa mendistribusikan logistik bantuan pada kesempatan pertama.

“Setelah tiba di Surabaya, nanti akan dikawal dan didistribusikan menggunakan KM. Egon dan KM. Awu di tanggal 24 dan 25 April,” terang dia. (PB25)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: