Mahasiswa Unipa Akan Divaksin Bertahap

MANOKWARI, papuabaratnews,co Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan, pemberian vaksin Covid-19 bagi mahasiswa Universitas Papua (Unipa) Manokwari, akan segera dijadwalkan.

Namun, pemberian vaksin nantinya dilakukan secara bertahap lantaran jumlah mahasiswa yang sangat banyak.

“Saya pikir hal ini akan kita bicarakan segera, karena jumlah mereka cukup banyak,” ujar Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir kepada Papua Barat News di Manokwari, pekan lalu.

Menurut dia, pemberian vaksin kepada mahasiswa merupakan sebuah kebutuhan yang harus diatasi oleh pemerintah. Apalagi jumlah mereka yang tergolong cukup besar dengan pola interaksi yang luas.

Vaksinasi bagi mahasiswa perlu dilakuana agar mampu menekan penyebaran virus di kalangan masyarakat.

“Satu orang saja dari mereka terdampak Covid-19, maka akan semakin besar potensi penyebarannya di masyarakat. Karena mereka juga bergaul dengan masyarakat umum lainnya,” tuturnya.

Dia melanjutkan, persediaan logistik vaksin masih sangat terbatas maka rencana vaksinasi kepada mahasiswa Unipa sebagaimana permintaan dari Rektor Unipa akan dipertimbangkan. Hal itu diperlukan sebagai bagian dari target pemerintah daerah dalam menyukseskan program vaksinasi yang sudah dicanangkan.

“Karena ini merupakan target kita dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 serta mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity,” kata dia.

Ampnir mengungkapkan, dengan pemberian vaksin kepada mahasiswa yang adalah kelompok masyarakat ilmiah, pemerintah juga mengharapkan akan semakin banyak individu atau kelompok yang membantu mensosialisasikan manfaat vaksin kepada masyarakat luas.

“Satu orang bisa memberikan pengaruh kepada puluhan masyarakat untuk divaksin. Dengan demikian akan sangat  membantu pemerintah dalam mensukseskan program ini,” terang Ampnir.

Sebelumnya, Rektor Unipa Mekky Sagrim menuturkan, seluruh civitas akademika Unipa harus divaksin. Tujuannya adalah mengantisipasi penyebaran virus ketika kuliah tatap muka dibuka sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menyatakan 15 Juni 2021 metode perkuliahan offline atau tatap muka mulai diselenggarakan.

“Sebelumnya harus dipastikan semua dosen, tenaga kependidikan, staf administrasi dan mahasiswa harus sudah divaksin,” ujarnya di Manokwari, Senin (22/3/2021).

Ia menjelaskan, mahasiswa Unipa saat ini berjumlah 22.800 orang. Untuk mewujudkan kekebalan kelompok guna terhindar dari penyebaran Covid-19 di wilayah kampus, dibutuhkan persiapan dua kali lipat dosis vaksin atau sekitar 45.600 Dosis. Sehingga, setiap orang di wilayah kampus memiliki kondisi tubuh yang tidak mudah terserang atau tertular Covid-19.

“Karena setiap orang harus merasa nyaman berada di kampus,” imbuhnya. (PB25/PB15)

 

*Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 6 April 2021.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: