Malas Mengajar, Guru di Pegaf Siap-siap Kena Sanksi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak bakal mengambil tindakan tegas kepada tenaga pengajar dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak aktif atau malas-malasan mengajar dan menelantarkan anak didiknya di sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pegunungan Arfak, Dominggus Saiba mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sanksi tegas berupa penahanan gaji sampai dengan penundaan usulan kenaikan pangkat.

“Kami tidak tawar menawar lagi apabila ada oknum guru berstatus ASN tidak jalankan tugas maka gaji akan kita tahan,” katanya kepada wartawan di Distrik Testega, Kabupaten Pegaf, Sabtu 13 Maret 2021.

Dominggus menyebutkan sebagian besar tenaga pengajar di wilayah pedalaman Pegaf adalah guru honorer.

“Banyak tempat di pedalaman, yang kami jumpai adalah guru honorer. Pertanyaannya lalu kemana guru yang ASN. Kita berharap komitmen guru ASN tidak kalah dengan guru honorer,” ujarnya.

Menurutnya, para guru selaku pembimbing anak didiknya harus benar-benar bekerja dengan profesional dan penuh dengan tanggungjawab sesuai tugas pokok dan fungsinya, sebab hal itu merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh setiap pegawai dalam melaksanakan setiap pekerjaan.

”Setiap pegawai harus penuh dengan tanggung jawab jangan sampai melempar tanggung jawab kepada orang lain. Lakukan pekerjaan pekerjaan dengan baik penuh tanggung jawab dan professional. Terutama pada guru,” paparnya.

Dominggus mengutarakan, pihaknya akan mendata dan menertibkan seluruh pengajar di wilayah Kabupaten Pegaf, baik guru ASN maupun honorer. Pendataan ini dibuat lantaran kemampuan postur anggaran daerah untuk membiayai belanja pegawai sangat terpangkas akibat pandemi Covid-19.

“Anggaran belanja pegawai dan pekerjaan fisik tahun 2021 kecil, karena itu harus digunakan dengan baik,” terangnya.

Ia lalu berharap kerjasama antara dinas dan para guru. Kerjasama ini penting untuk membangun sinergitas dan komitmen bersama guna meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul di Kabupaten Pegunungan Arfak.

“Guru harus menyadari tugasnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena mendidik generasi masa depan bangsa,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: