Maret 2021, Hunian Kamar Hotel di Papua Barat Naik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Setelah pemerintah mencabut kebijakan pembatasan sosial, kondisi perhotelan mulai tampak menggeliat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar hotel di Provinsi Papua Barat meningkat baik secara bulanan (month to month/mtm) maupun secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia mengatakan, tingkat hunian kamar hotel periode Maret 2021 sebesar 47,11 persen (mtm) atau naik 2,53 poin jika dibandingkan dengan periode Februari 2021 yang hanya 44,58 persen (mtm). Secara tahunan, hunian kamar hotel berbintang di Papua Barat juga mengalami kenaikan 1,36 poin apabila dibandingkan dengan Maret 2020 yang tercatat hanya 45,75 persen (yoy).

“Dari Januari sampai Maret ini tingkat hunian kamar hotel terus meningkat ya,” kata Maritje saat menggelar konferensi pers di aula BPS Papua Barat, pada Senin 3 Mei 2021.

Dia menerangkan, rata-rata lama menginap tamu asing di sejumlah hotel berbintang yang ada di Papua Barat mengalami peningkatan dari 1,11 hari pada Februari 2021 menjadi 1,59 hari pada Maret 2021. Sedangkan tamu domestik justru mengalami penurunan dari 1,81 hari pada Februari 2021, menjadi 1,73 hari selama Maret 2021.

“Sehingga akumulasi rata-rata lama menginap tamu baik asing maupun domestik adalah 1,73 hari. Jumlah ini turun 3,49 persen bila dibandingkan Februari 2021 yang mencapai 1,79 hari,” jelas dia.

Dia berharap, tingkat penghunian kamar hotel ini terus meningkat dari bulan ke bulan. Sejak Januari tingkat hunian hotel tercatat 39,4 persen dan sedikit meningkat pada Februari menjadi 44,58 persen. Dan, pada Februari ini kembali mengalami peningkatan menjadi 47,11. “Kami berharap sektor ini terus meningkat selama tahun ini,” ucap dia.

Dia menambahkan, kondisi tingkat penghunian kamar hotel Papua Barat ini menempati urutan ketiga terbesar di wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua). Dan, lebih tinggi bila dibandingkan secara nasional yakni 36,07 persen.

Kondisi ini menandakan ada perbaikan kinerja sektor perhotelan Papua Barat. “Kita lihat sendiri ya, even-even juga sudah mulai dilakukan di sejumlah hotel berbintang,” terang Maritje.

Selama tahun 2020 lalu, kinerja perhotelan mengalami tekanan yang sangat kuat akibat pandemi Covid-19. Kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat di ruang publik dan penutupan akses transportasi sebagai upaya mencegah penyebaran virus memberikan dampak negatif terhadap sektor ini.

Data BPS menerangkan, tingkat penghunian kamar hotel berbintang di Papua Barat pada Januari 2020 sebesar 50,4 persen dan meningkat jadi 57,41 persen pada Februari. Namun, pada Maret tingkat hunian hotel mulai mengalami penurunan menjadi 45,75 persen, pada April terjadi penurunan tajam menjadi 12,17 persen. Tingkat penghunian kamar hotel kembali merosot ke 10,73 persen pada Mei, sedikit meningkat pada Juni menjadi 14,53 persen, terus meningkat pada Juli menjadi 30,53 persen, pada Agustus meningkat jadi 38,76 persen, September  meningkat jadi 44,78 persen, Oktober kembali turun menjadi 38,17 persen, November mengalami peningkatan jadi 53,51 persen dan Desember naik jadi 58,51 persen. (PB15)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di harian Papua Barat News Edisi Selasa 4 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: