Papua Barat Dorong Satu Rumah Data Lembaga Keagamaan

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemerintah Provinsi Papua Barat terus memberikan pendampingan dan pengayoman kepada lembaga keagamaan yang berada di Papua Barat. Pengayoman kelembagaan didorong dengan menyiapkan  sistem integrasi satu rumah data  seluruh lembaga keagamaan di Papua Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Papua Barat Yan Piet Mosso mengatakan, tugas pengayoman lembaga keagamaan di Papua Barat harus terintegrasi di dalam satu aplikasi rumah data. Satu rumah data dinilai sangat penting sebagai fondasi penentu arah kebijakan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Kita terus berupaya menuju satu rumah data keagamaan di Papua Barat,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Senin (29/3/2021).

Yan menyebutkan, perkembangan industri 4.0 menuntut adanya perubahan etos kerja manual ke aplikasi berbasis digital. Karena itu kebutuhan data yang dapat terintegrasi dengan penyusunan kebijakan pemerintah harus segera dilakukan.

“Integrasi satu rumah data akan melahirkan perubahan pelayanan yang cepat, efisien dan efektif,” bebernya.

Ia melanjutkan, satu rumah data sangat penting dalam memberikan informasi sebelum pengambilan kebijakan pemerintah dalam hal keagamaan. Infrastruktur pendukung mulai dari aplikasi dan operator pengelola data telah disiapkan. Aplikasi akan diberi nama E-DOA yang merupakan singkatan dari Electric Data Organisasi Agama (E- DOA) di tingkat Provinsi Papua Barat.

Rencana penyiapan satu rumah data dilaksanakan setelah penetapan usulan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penetapan Lembaga Sosial Keagamaan Tingkat Provinsi disetujui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ke depannya ia menjamin seluruh data lembaga keagamaan, jumlah jiwa jemaat dan program alokasi bantuan dapat terlihat jelas di dalam aplikasi sehingga pemerataan pembangunan pemerintah dapat dirasakan oleh seluruh warga jemaat di Papua Barat.

“Sudah saatnya tata kelola gereja dan lembaga sosial dilakukan secara digital berbasis aplikasi,” pungkas Mosso. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 30 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: