Papua Barat Kaji Pengelolaan Minyak Sawit Mandiri

MANOKWARI, PB News – Pemerintah Provinsi Papua Barat diusulkan melakukan pengelolaan secara mandiri hasil minyak sawit untuk kepentingan daerah. Pengelolaan minyak sawit menjadi produk jadi seperti minyak goreng dinilai mampu mengangkat roda perekonomian Papua Barat.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan pihaknya sedang mengkaji kemungkinan pengelolaan hasil minyak sawit menjadi produk jadi di Papua Barat. Menurutnya selama ini hasil kelapa sawit mentah terus di kirim ke luar daerah untuk dikelola dan dikirim kembali dalam kemasan jadi. Hal ini menyebabkan keuntungan pendapatan daerah menjadi kecil karena hasil kelapa sawit masih dijual mentah ke luar Papua Barat.

“Selama ini memang kita selalu mengirim minyak sawit mentah ke luar daerah memang sudah saatnya kita produksi di dalam,” ujarnya saat konferensi pers di Manokwari, Kamis (25/2/2021).

Dominggus menyebutkan langkah bersama patut diambil antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi dalam mewujudkan rencana pembangunan pabrik pengelolaan minyak sawit menjadi produk minyak goreng jadi. Hadirnya pabrik pengelolaan minyak sawit kata dia, semakin meningkatkan roda ekonomi masyarakat di Papua Barat.

“Masyarakat akan merasakan dampak kehadiran pabrik pengelola kelapa sawit sehingga tidak membeli minyak goreng dari luar lagi,” paparnya.

Luasan kawasan hutan sawit di Papua Barat mencapai 576.090.84 hektare. Luasan tersebut tersebut jelas Gubernur tersebar di delapan daerah di antaranya, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Maybrat serta Fakfak. Potensi luasan lahan yang besar menurutnya sangat menjanjikan apabila dikelola secara maksimal oleh pemerintah daerah secara bersama – sama.

“Potensi lahan sawit yang kita miliki sangat luas namun belum mendatangkan hasil yang maksimal bagi daerah,” bebernya.

Harapannya kedepan ada terobosan baru yang dilakukan untuk mendirikan pabrik pengelolaan minyak sawit mentah sampai jadi di Papua Barat. Kehadiran pabrik pengelola minyak sawit mentah dinilai mampu berkontibusi pada pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejateraan masyararakat.

“Usulan pendirian pabrik pengelola minyak sawit ini merupakan masukan yang baik untuk kita lihat ke depannya,” pungkasnya. (PB22)

Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Jumat 26 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: