Papua Barat Usung Lima Program Prioritas Daerah

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemulihan kesehatan masyarakat akibat pandemi Covid-19. Komitmen ini tertuang di dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi, yang di dalamnya membahas susunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Barat tahun 2022.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan komitmen besar percepatan pemulihan ekonomi dan peningkatan sistem kesehatan masyarakat adalah pilar utama tujuan pembangunan selama masa pandemi Covid-19. Namun lima prioritas utama rencana kerja pembangunan daerah tahun 2022 adalah bagian integral di dalam arah pembangunan nasional.

“Penyusunan RKPD tahun 2022 tidak dapat dilepaskan dari isu yang tengah berkembang saat ini bahkan sampai di tingkat dunia yakni pandemi Covid-19,” ujarnya.

Dominggus menyebutkan lima program utama Papua Barat di tahun 2022 di antaranya, pertama mempercepat pemulihan ekonomi berbasis keunggulan daerah dan kesehatan dampak pandemi Covid-19. Kedua, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan daya daerah melalui penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan pendidikan, kesehatan, sosial ekonomi wilayah. Ketiga, meningkatkan pembangunan infrastruktur wilayah dan pelayanan dasar (ekonomi, transportasi, pendidikan, kesehatan, perumahan, listrik dan air bersih). Keempat, meningkatkan pembangunan wilayah berbasis komoditas unggulan dan Sumber Daya Alam (kawasan Ekonomi, Daerah tertinggal, terluar, perbatasan, penataan ruang, lingkungan hidup). Kelima, meningkatkan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi serta pemantapan otonomi khusus.

“Selain menetapkan prioritas pembangunan pemerintah juga menyusun perkiraan dan target realistis dalam RKPD tahun 2022 yang berpedoman pada RPJMD Provinsi periode 2017- 2022,” urainya.

Ia melanjutkan lima agenda utama Papua Barat tersebut diharapkan mampu meraih target capaian kinerja di tahun 2022 mendatang. Capaian makro tersebut di antaranya, pertama laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 yakni 4,5% dan target capaian di tahun 2021 sebesar 4,9% laju inflasi tahunan di 2020 sebesar 0,71%. Sementara target di tahun 2021 sebesar 0,68%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 sebesar 65,09%.

Selain itu, lanjut Mandacan, target capaian di tahun 2021 sebesar 65,40%, Indeks Rasio Gini tahun 2020 sebesar 0,36. Tingkat kemiskinan pada tahun 2020 sebesar 21,37% dan target capaian di tahun  2021 sebsar 21,25%. Khusus tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2020 sebesar 6,80% dan target capaian di tahun 2021 sebesar 6,60%.  Rata-rata lama sekolah di tahun 2020 sebesar 7,6 tahun dan target capaian di tahun 2021 sebesar 8 tahun. Sementara usia harapan hidup di tahun 2020 sebesar 66,02 dan target capaian di tahun 2021 sebesar 67,02%. Pengeluaran per kapita ditahun 2020 sebesar Rp 1.395.014 dan target capaian pada tahun 2021 sebesar Rp 1.450.000.

“Inilah sasaran makro daerah yang nantinya tertuang di dalam RKPD sehingga ada usulan dan solusi terbaik yang harus diputuskan bersama,” tukasnya.

Papua Barat, sebut Mandacan, tetap berkomitmen mendukung penyelenggaraan sinkronisasi kebijakan pembangunan antara pemerintah daerah (kabupaten/kota) dan provinsi dengan pusat sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang kewajiban kepala daerah melaksanakan program strategis nasional.

“Saya mengajak semua kepala daerah baik di tingkat kabupaten dan kota untuk bersama-sama membangun sinergitas pembangunan daerah sesuai arah kebijakan strategis nasional,” pungkasnya. (PB22)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 21 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: