Pemprov Tunggu Usulan Pengajuan Rute Tol Laut

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Program Tol Laut sebagai sarana pengangkutan logistik yang menghubungkan pelabuhan besar dan kecil antar daerah di Papua dan Papua Barat akan tetap dilanjutkan di tahun 2021. Tol Laut dinilai sangat efektif dalam menciptakan kelancaran pendistribusian barang baik ke dalam daerah maupun produk daerah ke luar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, Agustinus Kadakolo mengatakan Tol Laut dinilai berhasil membuka keterisolasian daerah dan mendongkrak roda perekonomian masyarakat.

Untuk itu, dirinya meminta agar kepala daerah di tingkat kabupaten/kota dapat memasukan usulan pembukaan rute baru Tol Laut ke Provinsi. Usulan pembukaan rute baru selanjutnya dipelajari dan diusulkan ke Direktorat Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Kita masih menunggu usulan pembukaan rute baru Tol Laut sehingga nanti kita tindaklanjuti ke Dirjen Laut,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Senin 22 Maret 2021.

Agustinus menyebutkan usulan pembukaan rute baru harus diajukan dari daerah. Tidak dapat diusulkan oleh provinsi. Karena kebutuhan pelayanan transportasi adalah kebutuhan daerah. Koordinasi dan kerja sama antara provinsi dan kabupaten/kota sangatlah penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah terpinggir dan terjauh.

“Usulan pembukaan rute baru harus diajukan oleh daerah. Tidak bisa dari provinsi,” urainya.

Dia menambahkan rute Tol Laut yang telah berjalan sejak 2014 yakni Pelabuhan Tanjung Priok menuju Sorong lanjut ke Fakfak dan menuju Kabupaten Merauke di Papua. Selain rute pertama terdapat pula rute kedua melalui Sorong ke Manokwari lanjut rute ke Biak dan berakhir di Jayapura. Sementara armada penghubung antar jalur wilayah terisolir dilayani oleh kapal perintis. Diharapkan kesiapan daerah membangun dermaga sebagai tempat sandar kapal perintis.

“Pembukaan rute diharapkan mampu mendorong percepatan ekonomi daerah,” terang Kadakolo.

Ia berharap keberlanjutan program Tol Laut di Papua Barat dan Papua semakin meningkatkan pendapatan asli daerah. Karena akses transportasi laut menembus daerah pelosok yang selama ini terisolir. Sehingga produk unggulan daerah di Papua dan Papua Barat dapat dipasarkan ke luar. Pihaknya berharap terjalin sinergitas dan kerja sama antar kepala daerah sehingga pengembangan daerah melalui laut berjalan maksimal.

“Kita tetap ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Papua Barat sesuai kebijakan presiden,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 23 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: