Pendataan Keluarga di Papua Barat Mulai Dilaksanakan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat mulai melakukan pendataan keluarga secara serentak di wilayah setempat, pada Kamis (1 April 2021).
Pengambilan data keluarga serentak perdana dimulai dari keluarga Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Kampung, Mandopi, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari.
Ditemui Papua Barat News di kediamannya, Dominggus mengatakan, proses pendataan keluarga sangat penting sebagai acuan dasar penyusunan program pembangunan di daerah. Karena itu, sangat diperlukan dukungan dari masyarakat dan terutama kepala daerah di seluruh Papua Barat agar pendataan keluarga berjalan optimal.
“Apabila ada petugas BKKN yang datang ke rumah harus dibantu untuk proses pendataan keluarga,” ujarnya.
Dominggus menerangkan, data dan informasi terkait jumlah, penghasilan, dan pendapatan keluarga dapat menjadi tolak ukur pemerintah dalam menyusun rencana strategis pembangunan.
“Perencanaan harus menggunakan data, tidak bisa tanpa data,” urainya.
Ia menambahkan, program pendataan keluarga juga akan menyasar pada pendataan masalah kesehatan di antaranya, stunting. Nantinya, informasi terkait stunting dalam keluarga wajib disampaikan ke petugas pendata.
“Data stunting yang kita peroleh sangat penting, karena data itulah yang kita pakai dalam upaya menurunkan stunting di Papua Barat,” tandasnya.
Dominggus berharap, masyarakat Papua Barat dapat memberikan data dan informasi yang benar kepada petugas pendataan. Sehingga, akurasi data tersebut dapat membantu pemerintah menyusun rencana pembangunan daerah.
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Papua Barat Philomina Maria Yarollo menuturkan, pendataan keluarga secara serentak di seluruh Indonesia dilakukan mulai 1 April 2021. Untuk Papua Barat keluarga Dominggus Mandacan menjadi yang pertama di data oleh BKKBN. Ada 1.300 petugas yang disebar ke seluruh Papua Barat untuk melakukan pendataan selama dua bulan (April sampai Mei 2021).
“Target pendataan kita di Papua Barat sebanyak 210 ribu kepala keluarga,” bebernya.
Philomina menjelaskan, proses pendataan keluarga dilaksanakan secara manual melalui tatap muka dan wawancara.
Dengan demikian, petugas dan keluarga diingatkan tetap memperhatikan anjuran protokol kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19.
“Kita sudah ingatkan semua petugas pendataan agar wajib mematuhi prokes pada saat menjalankan proses pendataan,” pungkasnya.(PB22/PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: