Penyuluh Wajib Kedepankan Pembinaan Iman Umat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Para penyuluh agama Katolik non-PNS diharapkan mampu memberikan pembinaan iman bagi komunitas umat dalam menghadapi fenomena kehidupan yang terjadi di masyarakat. Karena dalam situasi kehidupan sosial di Manokwari yang terus bergejolak, iman umat menjadi dasar paling kokoh dalam memproteksi diri.

“Itulah tugas yang dijalankan oleh para penyuluh agama. Karena iman umat menjadi dasar dalam menghadapi segala fenomena sosial yang terjadi,” ujar Kasie Bimas Katolik Kantor Kemenag Manokwari Albertus Neno melalui stafnya Teddy Hayon di Manokwari, Jumat 16 April 2021.

Menurut Teddy, saat ini terdapat 13 penyuluh Agama Katolik Non PNS yang berada di bawah naungan Kemenag Kabupaten Manokwari. Para penyuluh diberikan tanggungjawab untuk melakukan pembinaan iman bagi umat di setiap komunitas gereja Katolik seperti doa di komunitas, Sekolah Minggu dan juga menyelenggarakan Katekese. Kegiatan pembinaan dilakukan secara rutin dua kali dalam seminggu.

“Jadi mereka wajib menjalankan tugas tersebut di setiap komunitas umat. Dari aktivitas di lapangan, kemudian dilaporkan kepada kami setiap bulan,” kata dia.

Para penyuluh agama Katolik, lanjut dia, tersebar di beberapa Paroki yang ada dalam wilayah Kabupaten Manokwari. Paroki-paroki tersebut diantaranya Paroki Thomas Aquinas Amban, Paroki Imanuel Sanggeng, Paroki Santo Agustinus Manokwari, Paroki Santo Kristoforus Prafi dan Paroki Sang Gembala Baik SP 8.

“Jumlah keseluruhan 13 orang yang semuanya tersebar di 5 Paroki ini,” imbuh Teddy.

Dia menyebutkan, insentif untuk para penyuluh kesehatan dianggarkan oleh pemerintah pusat. Namun penyalurannya dilakukan melalui Kantor Kemenag Kabupaten Manokwari melalui Seksi Bimas Katolik. Insentif tersebut dibayarkan setiap bulan setelah para penyuluh menyerahkan laporan pelaksanaan kegiatan yang dijalankan selama satu bulan berjalan. Hanya saja, untuk tahun 2020, dana insentif yang dikirimkan dari pusat belum mengakomodir insentif untuk 7 bulan dalam tahun.

“Jadi untuk 5 bulan terakhir, insentif mereka belum terbayar. Nanti akan kita bayarkan dengan beberapa bulan yang sudah berjalan di tahun ini,” terang pria yang pernah menjalani studi di SMA Seminari San Dominggo Hokeng tersebut.

Teddy juga menuturkan, masa tugas 13 penyuluh agama di Kabupaten Manokwari akan berakhir pada bulan Desember 2021 yang akan datang. Selanjutnya, pihaknya akan kembali melakukan penerimaan bagi penyuluh agama Katolik untuk masa kerja 3 tahun ke depan.

“Masa kerja mereka terhitung tinggal delapan bulan. Selanjutnya, kami akan melakukan seleksi kembali,” pungkasnya. (PB25)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 19 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: