Perluasan Lahan Kopi  Terhadang Kawasan Konservasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk memperluas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Pegunungan Arfak terhadang kondisi topografi dan kawasan hutan lindung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Barat, Yacob Fonataba mengatakan,  upaya perluasan lahan kopi di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak tidak dapat dilakukan secara besar-besar apalagi serampangan, lantaran kawasan hutan Pegunungan Arfak merupakan hutan penopang konservasi di Papua Barat.

“Pengembangan kopi di Pegaf sesuai program prioritas gubernur, dilakukan dalam luasan tertentu bukan pembukaan lahan besar sekaligus,” ujarnya di Manokwari,  Selasa (27/10/2020).

Yacob menyebutkan, selain kawasan hutan penyangga konservasi, perluasan lahan perkembunan kopi di Pegaf dikarenakan belum tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola potensi kopi sebagai komoditi unggulan daerah.

“Sampai saat ini, luas lahan kopi yang dibuka baru mencapai 200 hektar. Pengembangan lahan kopi tidak serentak di satu kawasan khusus, melainkan masih di spot-spot terpisah,” beber Yacob.

Menurutnya, pembukaan lahan perkebunan kopi secara besar-besaran di Pegaf harus mempertimbangkan pertumbuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Yacob menyebutkan, upaya pengembangan perkebunan kopi sebagai komoditi unggulan daerah sudah dilakukan di lima distrik di wilayah Pegunungan Arfak. Salah satunya terdapat di kampung Kwau.

“Pasaran Kopi Arabica dari Pegunungan Arfak telah menembus pasaran Eropa di Jerman dan Belanda,” katanya.

Ia lalu mengapresiasi dukungan Gubernur Papua Barat dalam kebijakan anggaran bagi pengembangan potensi kopi sebagai komoditi unggulan daerah di wilayah Pegaf. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian siap membantu bibit kopi arabica untuk ditanam di lahan seluas 100 hetar di daerah itu.

“Kami fokus kembangkan kopi arabica di Pegaf, karena cocok di daratan tinggi. Selain itu kami terus memacu peningkatan kualitas kopi dari pada volume hasil produksi petani,” paparnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 28 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: