PLN Akan Masifkan Sosialisasi Stimulus Listrik di Papua Barat

  • Ada perubahan skema

MANOKWARI, papuabaratnews – Pemerintah memastikan program stimulus kelistrikan masa pandemi Covid-19 periode April sampai Juni 2021 kembali digulirkan. Namun, skema yang diberikan berbeda dari stimulus sebelumnya.

Untuk menghindari adanya keresahan konsumen akibat perubahan tersebut, maka manajemen PT PLN (Persero) akan memasifkan sosilisasi ke seluruh konsumen di Papua Barat.

“Kami akan terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait informasi ini,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua & Papua Barat Abdul Farid, Selasa (23/3/2021).

Sebagai langkah sosialisasi awal, sambung dia, PLN melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor, Kepala Polda Papua Barar Irjen Tornagogo Sihombing, dan Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

“Selain menjelaskan kepada stakeholder yang ada di wilayah kerja kami, penyebar luasan informasi dilakukan lewat media massa dan media sosial,” ucap Farid.

Ia menjelaskan, secara teknis nantinya petugas baca meteran listrik akan membawa surat pemberitahuan kepada pelanggan yang selama ini mendapatkan stimulus Covid-19, terkait adanya perubahan mekanisme stimulus.

“Harapannya masyarakat dapat memahami dan bisa menerima adanya perubahan ini,” ungkap Abdul Farid.

Dia menuturkan, pelanggan dengan daya 450 VA baik rumah tangga, bisnis dan industri akan memperoleh stimulus berupa diskon sebesar 50% dan pelanggan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi akan memperoleh diskon sebesar 25%.

“Diskon pembayaran tagihan listrik pascabayar maupun pembelian token prabayar yang akan diterima,” ucap dia.

Kemudian, sambung dia, pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum juga tetap diperpanjang dengan besaran diskon 50% untuk pelanggan sosial, bisnis dan industri daya 1.300 VA ke atas serta pelanggan layanan khusus.

“Selain itu, pembebasan biaya beban atau abonemen juga diberikan sebesar 50% untuk pelanggan sosial berdaya 220 VA, 450 VA dan 900 VA, serta pelanggan bisnis dan industri dengan daya 900 VA,” ucap Abdul Farid.

Dia menuturkan, PLN siap mendukung dan menjalankan keputusan pemerintah untuk terus memberikan stimulus listrik bagi masyarakat kecil, pelaku usaha dan sosial yang terdampak Covid-19. Untuk itu, sangat diharapkan adanya sinergitas antara PLN dan pemerintah daerah agar sosialisasi perubahan skema stimul tersampaikan dengan baik kepada pelanggan di wilayah setempat.

“Kami membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore,” ujar Abdul Farid.

Sementara itu, Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor menuturkan, selama tahun 2020 hampir tidak ditemukan pengaduan terkait penyaluran program stimulus listrik ini. Namun, tidak menutup kemungkinan, adanya perubahan skema penyaluran stimulus listrik akan memunculkan pengaduan-pengaduan baru dari masyarakat jika tidak diantisipasi.

Ia juga mengapresiasi upaya sosialisasi yang dilakukan PLN UIW Papua & Papua Barat terkait penyaluran stimulus ini kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat.

DPR nantinya akan mengawal jalannya penyaluran stimulus kelistrikan periode April sampai Juni 2021.

“Apabila muncul pengaduan-pengaduan dari masyarakat, maka tentunya akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang ada,” ucap Wonggor.

Di akhir pertemuan dengan pimpinan Forkopimda Papua Barat di Manokwari, Abdul Farid memperkenalkan aplikasi terbaru dari PLN yakni PLN Mobile agar pelayanan pelanggan semakin cepat dan mudah. (PB15)

Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 25 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: