Tidak Terima BLT Warga Blokade Jalan di Kota Sorong

SORONG, papuabaratnews.co – Ratusan warga memblokade Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Pos Kota Sorong, Senin (19/4/2021), lantaran namanya tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan langsung tunai (BLT) tahap ketiga.

Pantauan media, warga memalang jalan dengan menggunakan papan pengumuman yang mencantumkan nama penerima BLT tahap ketiga. Akibat aksi terjadi kemacetan lalu lintas di ruas jalan itu.

Warga itu mengaku kesal karena menduga ada permainan dalam data penerima bantuan. Padahal nama mereka sebelum masuk dalam daftar penerima BLT dua tahap sebelumnya.

Sejak Senin pagi, ratusan warga sudah mengantri di Kantor Pos, untuk memastikan nama mereka terdata sebagai penerima BLT. Namun sekitar 4000 nama warga tidak masuk dalam daftar penerima. Mereka lalu menuntut agar pembayaran BLT tahap ketiga ditunda hingga seluruh data penerima diperbaiki.

Yance Renugt, salah seorang warga yang ikut aksi itu mengaku kecewa karena namanya tidak lagi terdata sebagai penerima BLT tahap ketiga itu. Padahal pada BLT tahap kedua namanya masuk dalam daftar penerima.

“Sebagai warga negara, saya berhak mendapatkan bantuan ini,” ujarnya.

Yance berharap, dinas terkait bisa merivisi data penerima BLT dan memastikan bahwa nama-nama penerimanya adalah mereka yang berhak menerima bantuan tersebut.

“Kami minta dinas memberikan penjelasan kepada warga kenapa terjadi perubahan data penerima bantuan. Kemudian memastikan bahwa nama-nama yang hilang dalam daftar penerima bisa kembali diakomodir,” katanya.

Menanggapi aksi warga itu, Dinas Sosial dan Kantor Pos Kota Sorong lalu menemui warga dan memberikan penjelasan tentang hilangnya nama warga dalam daftar penerima BLT tahap ketiga.

Kepala Dinas Sosial Kota Sorong Manase Jitmau beralasan bahwa saat ini tengah dilakukan pemutahiran data penerima bantuan, sebagaimana instruksi Menteri Sosial Tri Risma Harini.

“Data sebelumnya tidak valid, karena ada nama ganda, masyarakat tidak ber-KTP tapi hanya menggunakan kartu keluarga. Nama-nama tersebut yang dihilangkan dari data penerima,” jelasnya.

Manase menegaskan pihaknya akan mengupayakan agar warga yang belum terdaftar sebagai penerima BLT, akan dimasukan kembali dalam daftar penerima bantuan tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan warga kemudian membuka palang dan membubarkan diri dengan tertib. Mereka berharap pemerintah dapat serusi permasalahan ini.

Di Kota Sorong lebih dari 8000 warga terdata sebagai penerima BLT tahap pertama hingga kedua, namun pada tahap ketiga hanya 3000-an warga yang memperoleh bantuan, sementara lebih dari 4000 warga, yang namanya hilang dari daftar penerima bantuan tersebut. (PB7)

 

**Artikel ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 20 April 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: