50 Atlet Peparnas Papua Barat Jalani Pemeriksaan Kesehatan

MANOKWARI, PB News – Sebanyak 50 atlet penyandang disabilitas bersama pelatih dan official mengikuti pemeriksaan kesehatan yang digelar oleh National Paralimpyc Comittee (NPC) Provinsi Papua Barat di Manokwari, Kamis (4/3/2021). Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti event Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) yang akan digelar di Jayapura November 2021 mendatang.
“Ada sekitar 50 atlet yang diperiksa kesehatannya, termasuk pelatih dan official,” ujar Ketua NPC Papua Barat Lewi Raubaba kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis siang.
Dia mengatakan, dengan ketersediaan waktu yang semakin sempit menuju perhelatan Peparnas pada November, maka pihaknya perlu mematangkan persiapan para atlet termasuk kesehatannya. Sehingga, NPC berusaha menjalankan pemeriksaan kesehatan kepada para atlet agar mengetahui kondisi kesehatan mereka sedini mungkin.
“Selain menjadi syarat yang sudah ditentukan oleh Panitia penyelenggara Peparnas, tes kesehatan ini juga sebagai langkah awal untuk memaksimalkan latihan kepada para atlet,” kata Lewi.
Dia melanjutkan, pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan secara mandiri mulai dari pendanaan baik untuk memobilisasi atlet ke tempat pemeriksaan hingga tanggungan konsumsi atlet dan official. Sebab, usulan pendanaan yang diajukan kepada pemerintah daerah belum direspon hingga kini.
“Kami upayakan sendiri semuanya karena belum ada dana dari pemerintah. Karena tujuan utama kami adalah ikut berpartisipasi dalam event nasional nanti sebagai perwakilan dari Papua Barat,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Hans Sakwatorey yang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para atlet tersebut mengungkapkan, pemeriksaan hari itu merupakan pemeriksaan pertama demi mengetahui kesehatan dasar para atlet serta penyakit bawaan yang dimiliki.
“Kita lakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyakit bawaan para atlet, pelatih dan official,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, sambung dia, kondisi seluruh atlet dinyatakan prima dan boleh melanjutkan proses latihan yang selama ini telah berjalan. Hanya saja otot-otot para atlet tersebut yang masih sedikit kaku lantaran belum terbiasa dengan intensitas dan porsi latihan yang berat.
“Pemeriksaan berjalan baik dan semua atlet dalam kondisi yang fit. Tidak ada penyakit bawaan yang diderita oleh para atlet ini. Hanya tinggal menjaga pola makan saja,” kata Dokter yang bertugas pada Puskesmas Amban ini.
Dokter Hans berjanji akan menjadwalkan pemeriksaan rutin setiap bulan untuk mengetahui perkembangan kesehatan para atlet.
“Kami usahakan supaya setiap bulan ada pemeriksaan rutin,” ungkapnya.
Dengan demikian, pihaknya sudah mengusulkan permintaan obat-obatan ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, tapi belum ada jawaban. Sehingga untuk sementara masih memanfaatkan obat-obatan yang terbatas.
“Kita manfaatkan saja obat-obatan dan Vitamin yang ada sambil menunggu obat-obatan dari dinas kesehatan,” tutupnya. (PB25)

Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News, edisi Jumat 5 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: