Januari-Maret 2021, Realisasi Klaim Jamsostek Capai Rp5,319 Miliar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Manokwari mengungkapkan, realisasi pembayaran klaim dari Januari sampai Maret 2021 mencapai Rp5,319 miliar.

Kepala BP Jamsostek Manokwari Sunardy Sahid mengatakan, pembayaran klaim tersebut terdiri dari jaminan hari tua sebanyak Rp3,6 miliar untuk 419 kasus, klaim kecelakaan kerja Rp628 juta untuk 9 kasus, klaim jaminan kematian mencapai Rp996 juta untuk 26 kasus dan klaim jaminan pensiun sebanyak Rp95 juta untuk 9 kasus.

“Jadi total kasus dari pembayaran klaim sebanyak Rp5,319 miliar adalah 463 kasus,” kata Sunardy saat dikonfirmasi Papua Barat News di ruang kerjanya, Senin (29/3/2021).

Ia melanjutkan, jumlah tenaga kerja aktif yang telah terdaftar sejak Januari sampai Maret 2021 sebanyak 103.119 orang. Meliputi, tenaga kerja aktif penerima upah ada 37.153 orang, bukan penerima upah sebanyak 26.166 orang, dan tenaga kerja aktif jasa konstruksi 39.800 orang.

“Ada peningkatan sekitar 19 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas dia.

Dia menuturkan, pihaknya terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan badan usaha di lima kabupaten yang menjadi wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari. Tujuannya adalah memberi perlindungan jaminan sosial bagi pekerja formal maupun informal.

“Supaya memastikan semua tenaga kerja terlindungi,” jelas Sunardy.

Sebelumnya, BP Jamsostek Manokwari telah merealisasikan klaim bagi peserta selama tahun 2020 sebanyak Rp20.836.845.251. Pembayaran klaim ini dibagi dalam jenis peserta aktif yakni penerima upah atau pekerja formal dan bukan penerima upah atau pekerja informal. Untuk pekerja formal ada 2.724 kasus dengan nilai klaim sebesar Rp20.659.142.521, sedangkan pekerja informal ada 33 kasus dengan jumlah pembayaran klaim  adalah Rp177.702.730.

“Total kasusnya 2.757 dan kita sudah bayarkan klaim seluruhnya itu,” ujar Sunardy.

Ia merincikan, pembayaran klaim untuk program jaminan hari tua ada 2.685 kasus dengan nilai klaim Rp18.769.135.120. Meliputi, pekerja formal 2.655 kasus dengan nilai Rp18.699.432.390 dan pekerja informal ada 30 kasus dengan nilai klaim Rp69.702.730.

Kemudian, program jaminan kecelakaan kerja dengan jumlah kasus sebanyak 6 dari pekerja formal dengan nilai klaim Rp34.983.511.

“Kalau pekerja informal tidak ada klaim,” terang dia.

Selanjutnya, untuk program jaminan kematian total kasus ada 51 dengan nilai pembayaran klaim sebesar Rp1.960.000. Terdiri dari pembayaran klaim pekerja formal Rp1.852.000.000 untuk 48 kasus dan klaim pekerja informal hanya 3 kasus dengan nilai Rp108.000.000.

“Dan program yang terakhir itu jaminan pensiun hanya dari pekerja informal ada 15 kasus, dengan nilai klaim Rp72.726.620,” pungkas dia. (PB15)

Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Rabu 31 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: