NPC Papua Barat Maksimalkan Latihan untuk Atlet

MANOKWARI, PB News – National Paralimpyc Comittee (NPC) Provinsi Papua Barat akan memaksimalkan latihan bagi para atlet yang akan siap berlaga pada event Pekan Paralimpyc Nasional (Peparnas) di Jayapura November 2021 mendatang.
Optimalisasi latihan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan sosialisasi dari panitia penyelenggara even, beberapa waktu yang lalu.
“Kami sudah dapat penjelasan langsung dari pibak penyelenggara. Jadi orientasi kami saat ini adalah memaksimalkan latihan para atlet,” ujar Ketua NPC Papua Barat Lewi Raubaba kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis (4/3/2021).
Ia melanjutkan, salah satu penjelasan dari pihak penyelenggara dalam kegiatan sosialisasi adalah tidak ada batasan umur bagi para atlet dalam setiap cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Selain itu, klasifikasi atlet sudah dijelaskan secara detail sehingga pihaknya sudah bisa mematangkan persiapan guna menghadapi event akbar tersebut.
“Usia tidak menjadi syarat bagi atlet untuk bertanding. Hanya saja atlet yang ikut bertanding untuk satu cabor harus memiliki klasifikasi kecacatan yang sama dengan peserta lainnya,” kata Lewi.
Dirinya mencontohkan, untuk cabor renang, apabila seorang atlet yang klasifikasi kecacatannya tergolong dalam tunadaksa, maka lawan yang dihadapi harus memiliki kalsifikasi cacat yang sama. Pola demikian juga berlaku pada jenis cabor yang lainnya.
“Tuna netra misalnya. Lawan yang dihadapi juga harus dari klasifikasi tuna netra untuk cabor yang diikuti. Dan itu yang diatur oleh penyelenggara,” jelas dia.
Lewi mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus menggenjot para atlet untuk memaksimalkan latihan. Hal ini dilakukan usai pemeriksaan kesehatan awal dan seluruh atlet dinyatakan prima serta tidak ada penyakit bawaan.
“Selama ini, kami masih khawatir dengan penyakit bawaan yang dimiliki setiap atlet. Sehingga porsi latihan kita sesuaikan saja,” imbuhnya.
Sebagai provinsi yang baru pertama kali mengikuti event Peparnas, NPC Papua Barat belum menargetkan banyak prestasi. Akan tetapi, pihaknya akan berusaha memberikan penampilan terbaik. Sehingga dapat memompa semangat sekaligus kepercayaan diri para penyandang disabilitas bahwa kehadiran mereka, tidak bisa diabaikan oleh negara dan pemerintah.
“Kami ingin tunjukkan bahwa kami ada dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah. Walaupun sampai saat ini belum ada dana dari pemerintah, tapi kami tetap berjuang untuk nama baik daerah,” pungkasnya. (PB25)

Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News, edisi Jumat 5 Maret 2021**

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: