Akselerasi P4GN, BNNP Gelar Bimtek Penggiat Anti Narkoba

MANOKWARI, papuabaratnews.co Untuk mengakselerasi percepatan pelaksanaan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), maka Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat menggelar kegiatan bimbingan teknis atau bimtek bagi puluhan penggiat anti narkoba, pada Kamis (13/8/2020).

Kepala BNNP Papua Barat, Brigadir Jenderal Monang Situmorang, mengatakan, para penggiat anti narkoba tersebut berasal dari berbagai instansi pemerintah daerah baik Provinsi Papua Barat maupun Kabupaten Manokwari. Kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) P4GN.

“Menjadikan mereka sebagai penggiat anti narkoba yang dapat berkarya dalam instansinya hingga ke masyarakat luas,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari.

Menurut dia, pemerintah daerah beserta seluruh jajaran pendukungnya merupakan pelaksana dari RAN P4GN yang diamanatkan dalam Inpres tersebut. Sehingga, poin penting yang termuat dalam Inpres tersebut dapat dijalankan. Seperti, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing instansi.

“Semua instansi pemerintah harus menjadi ujung tombak pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan masyarakatnya,” tegas Situmorang.

Setelah mengikuti bimbingan teknis, para penggiat narkoba dapat mengembangkan upaya pemberdayaan masyarakat agar terlibat dalam kegiatan pencegahan peredaran narkoba.

“Sebagai contoh, Dinas Pendidikan bisa memberikan pemahaman kepada para guru kemudian guru-guru melanjutkannya kepada para peserta didik mereka. Begitu juga dengan instansi yang lain. Jadi seperti sistem Multi Level Marketing atau jaring laba-laba,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Papua Barat Edison Ompe menjelaskan, koordinasi dan kerjasama lintas OPD dalam penanganan masalah narkoba harus dilakukan secara serius. Karena, akan berdampak pada perkembangan politik dan kebangsaan di wilayah Papua Barat di masa mendatang. Sehingga, pihaknya telah membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang berkaitan dengan RAN P4GN.

“Raperda sudah kita susun tapi sampai saat ini belum ditetapkan karena masih terkendala pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa ditetapkan,” ujarnya.

Perjuangan mewujudkan P4GN, menurut dia, tidak hanya sebatas bicara dan membuat wacana. Melainkan harus dilanjutkan dengan tindakan nyata. Oleh karena itu, dibutuhkan data yang lengkap terkait berapa banyak kasus yang terjadi di 12 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Papua Barat. Data tersebut menjadi dasar yang kuat dalam menyusun program atau rendana aksi yang mengarah ke Papua Barat bebas narkoba.

Selain itu, perlu dibangun hubungan silaturahmi sampai ke lingkup terkecil seperti RT dan RW guna menumbuhkan sikap peduli.

“Dan melibatkan partisipasi masyarakat untuk saling mengenal sesama warga, membangun komunikasi yang intens dengan kelompok masyarakat terkecil serta melakukan pembinaan terhadap pemuda,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang P2M BNNP Papua Barat drg Indah Perwitasari dengan materi sinergitas penyusunan program dan rencana aksi P4GN dan Kabid Rehabilitasi dr Arianta Damanik. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: