InforialPOLITIK & HUKUM

Bawaslu Limpahkan Kasus PPD Manbar ke Gakkumdu

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Manokwari, menegaskan saat ini kasus dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh oknum Ketua PPD Manokwari Barat telah dilimpahkan ke sentra Gakkumdu.

Bawaslu memastikan penanganan kasus dugaan tindak pidana pemilu ini akan dilakukan secara transparan sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi pihak yang merasa dirugikan.

Anggota Komisioner Bawaslu Kabupaten Manokwari, Fredrik Charles Lobat menegaskan Bawaslu tidak berdiam diri membiarkan kasus dugaan tindak pidana pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh oknum Ketua PPD Manokwari Barat.

Pasalnya saat ini kasus ini sudah mendapat perhatian dari publik dan media terlebih khusus caleg dan parpol yang merasa dirugikan terkait dengan praktek kecurangan yang telah dilakukan.

“Kami sudah memanggil oknum Ketua PPD Manokwari Barat, KPU dan juga satker kami Panwas Distrik untuk langsung menanyakan dugaan pelanggaran, dan kasus ini sudah ditangani Gakkumdu,” kata  Fredrik Charles Lobat saat ditemui di kantor Bawaslu Kabupaten Manokwari, Selasa (21/5/2019).

Fredrik menambahkan pihaknya terus mengawal proses pelimpahan berkas dan laporan kasus pelanggaran tindak pidana pemilu oknum Ketua PPD Manokwari Barat ke Gakkumdu.

Dia menegaskan Bawaslu bersama Kepolisian dan Kejaksaan di Sentra Gakkumdu terus bekerja secara marathon untuk memproses kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu secepat mungkin.

“Tinggal satu pertemuan lagi (red, sebelumnya sudah dilakukan pertemuan sebanyak dua kali), untuk memutuskan oknum PPD yang bersangkutan menjadi tersangka, urainya kepada wartawan.

Sementara itu, ketika diklarifikasi terkait berpa bukti materiil yang telah dikantongi oleh Bawaslu sehingga dapat menjadi dasar  penetapan status tersangka bagi oknum Ketua PPD Manokwari Barat. Fredrik, berkata jika bukti yang dimiliki saat ini sudah cukup kuat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum dan diselesaikan di meja hijau.

“Alat bukti kami yaitu berupa salinan yang kemarin dibacakan di KPU yang salah itu dengan data yang valid DA 1. Terkait bukti berupa rekaman video sampai saat ini belum kami miliki. Namun, begitu kami akan memeriksa saksi lagi dan anggota PPD lainnya untuk dapat melengkapi bukti sebagai dasar tuntutan yang akan diajukan saat persidangan,” tuturnya kepada awak media.

Pihaknya mengatakan sampai saat ini walaupun belum ditetapkan sebagai tersangka, namun ada indikasi akan bertambahnya jumlah tersangka yang turut berperan di dalam praktek pelanggaran pemilu tahun 2019 di Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

“Ya, sementara ini kami masih mengali, terkait hal itu jika ada bukti ya kemungkinan akan bertambah, karena kasus ini masih dalam pendalaman dan pengumpulan bukti-bukti untuk melengkapi berkas yang dibutuhkan,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.