POLITIK & HUKUM

Berantas Miras Butuh Kerjasama Seluruh Pihak

MANOKWARI, PB News – Maraknya peredaran minuman keras (Miras) di Kabupaten Manokwari, sangat meresahkan masyarakat, karena beberapa tindakan kriminalitas dipicu oleh pola konsumsi miras yang berlebihan. Untuk itu dibutuhkan sinergitas lintas instansi maupun seluruh elemen masyarakat agar peredaran miras bisa dicegah.

Davit Anari, salah seorang warga di Kompleks Mulyono, menuturkan, impelementasi peraturan daerah (Perda) tentang larangan miras sewaktu Dominggus Mandacan masih menjabat sebagai Bupati Kabupaten Manokwari mampu meredam maraknya peredaran miras. Namun, belakangan persoalan miras kembali mencuat.

“Saya masih ingat dulu saat Dominggus Mandacan sebagai Bupati Manokwari, minumas keras bisa diberantas dan diatasi,” tuturnya.

Menurut dia, imbauan dari Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan perlu ditindaklanjuti untuk mengetahui sumber distribusi miras yang hingga kini masih ditemukan. Persoalan miras apabila tidak diatasi dengan maksimal, lanjut dia, bisa memberikan efek negatif bagi generasi muda apabila terjebak dan terbiasa mengkonsumsi.

“Saya yakin kalau semua orang bekerjasama maka penjualan miras ini pasti dihapus di Kabupaten Manokwari serta Provinsi Papua Barat ini, imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mendesak Pemda dan DPRD Manokwari untuk segera merevisi Perda tentang Miras. Pasalnya, Perda Miras ini kerap menjadi pembicaraan dan dinilai masih perlu diperkuat namun hingga kini belum juga dilakukan revisi.

“Saya minta Perda Miras segera mungkin untuk revisi yang berkaitan pasal-pasal maupun sanksinya. Perda tersebut bisa dipertegas,” kata Dominggus

Menurutnya, sangsi dalam Perda Miras harus dipertegas sehingga memberi efek jerah bagi para pembuat, pengedar dan yang mengonsumsi barang haram tersebut. “Perda Miras ini memang ada sedikit kelemahan terutama sanksinya. Maka perlu segera untuk bisa dibenahi,” tegasnya.

Beberapa waktu Polda Papua Barat terus melakukan razia minuman keras beralkohol dari beberapa wilayah di kota Manokwari. Dalam razia skala besar kali ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Barat kembali mengamankan 1.787 botol miras illegal berbagai jenis dan merek dari Mess Karyawan salah satu tempat hiburan malam di Reremi Puncak, Distrik Manokwari Barat, Kamis (19/4).

Penemuan ribuan botol miras impor ini dilakukan oleh anggota Ditres Narkoba Polda Papua Barat, Bripka La Edi, Brigpol Andre Suyanto dan Bripda Fernando Souisa sekitar pukul 22.15 WIT.

Pihak Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Papua Barat juga berhasil menemukan sebuah tempat yang diduga sebagai pabrik penyulingan minuman keras  (Miras) lokal jenis cap tikus (CT) yang berlamat di kampung Andai, Distrik Manokwari Selatan.

“Dalam penggerebekan tersebut petugas mengamankan sebuah alat penyulingan yang digunakan untuk memproduksi Cap Tikus serta kurang lebih 100 liter CT yang sudah selesai disuling dan siap diedarkan atau dijual. Ini disampaikan Kabak Humas Polda Papua Barat,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono.

Selanjutnya, Hary Supriyono merinci sejumlah barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan pabrik penyulingan Miras lokal tersebut.

“Barang bukti (BB) yang ditemukan saat penggeledahan, yaitu,1 drum warna biru yang berisikan bahan untuk membuat CT ukuran 150 Liter, Kompor minyak, Panci ukuran 50 Liter, 2 Gen CT ukuran 25 Liter, 4 Gen CT ukuran 5 Liter, 2 Galon Aqua CT ukuran 15 Liter, Bambu yang digunakan untuk tiang penyulingan dan Plastik kantong es batu yang digunakan untuk selang penyulingan dengan panjang kurang lebih 20 meter,” beber Hary.

Sementara tersangka pemilik rumah tersebut saat dilakukan penggeledahan tak berada di TKP, kuat dugaan telah melarikan diri. (PB16)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.