BI Apresiasi Jajaran Polres Sorsel Menindak Penyobekan Uang Rupiah

 MANOKWARI, PB News –  Manajemen Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat, memberikan apreasi dan penghargaan kepada jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sorong Selatan (Sorsel) atas penindakan hukum terhadap pelaku perusakan uang NKRI senilai Rp 200 ribu (pecahan Rp50 ribu sebanyak empat lembar)  di Teminabuan, Kabupaten Sorsel.

Kepala BI Papua Barat, S. Donny H. Heatubun, menjelaskan, penindakan kasus perusakan uang NKRI itu merupakan pertama kali di Indonesia dengan menggunakan perangkat hukum berdasarkan  Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Pada Bab 7 Pasal 25 disebutkan bahwa setiap orang dilarang merusak, memotong, menghancurkan dan atau mengubah mata uang rupiah dengan maksud merendahkan mata uang rupiah.

Dia mengatakan, tindakan cepat yang dilakukan jajaran Polres Sorsel ini merupakan implementasi pokok-pokok kesepahaman No. 17/1/DKSP/Mw dan No. B/07/VI/2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat.

“Ada nota kesepahaman dengan Polri secara khusus dengan pihak Polda Papua Barat,” tutur dia.

Selanjutnya, untuk mendukung penyelidikan, pihak BI siap membantu pihak kepolisian maupun aparat hukum lainnya sesuai tugas dan kewenangan BI yang tertuang dalam UU No. 23 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah terakhir melalui UU No. 6 Tahun 2009.

“Bercermin dari kasus ini terdapat makna yang dapat diambil sesuai tagline yang diusung BI bahwa setiap uang rupiah yang kita peroleh agar disimpan, dirawat, dan dijaga dengan baik atau bisa disingkat dengan 3D,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sorsel, AKP Zulkarnaen, SH. SIK, menjelaskan, kronologis kejadian bermula dari laporan warga terkait pelaku yang merobek uang NKRI sebanyak empat lembar tersebut, kemudia diupload ke media sosial facebook. Perobekan uang pun didasarkan atas kekesalan pelaku atas pembagian harta warisan .

“Dia kesal terhadap keluarganya karena dinilai pembagian harta itu tidak rata,” kata dia.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku diamankan dan diproses secara hukum yang berlaku di NKRI.

Sebagai informasi, jajaran Polres Sorong Selatan mengamankan seorang pria berinisial ST. Sabtu,(03/3/2018). ST diduga melakukan tindakan penyobekan mata uang pecahan lima puluh ribu rupiah dengan jumlah keseluruhan sebanyak empat lembar. Tindakan ini dinyatakan sebagai penghinaan terhadap mata uang rupiah yang merupakan alat transaksi utama RI. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: