InforialPOLITIK & HUKUM

BNN Gandeng DPR Deklarasi Papua Barat Bersinar

MANOKWARI, papuabaratnews.co Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat terus berupaya agar tindakan penyalahgunaan narkoba di wilayah setempat, dapat diminimalisir. Salah satu langkah yang dilakukan BNN pada awal tahun 2021 adalah mendeklarasikan ‘Papua Barat Bersih dari Narkoba atau Bersinar’ dengan menggandeng Ketua serta anggota DPR Papua Barat. Acara ini digelar di Hotel Aston Niu Manokwari, Senin sore (1/2/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) drg Indah Perwitasari mengatakan, Papua Barat masuk dalam provinsi berkategori rawan narkoba. Untuk itu, dibutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen baik pemerintah daerah, legislator, para tokoh, serta masyarakan umum lainnya. Sehingga, perang terhadap penyalahgunaan narkoba dapat berjalan maksimal.

“Butuh perhatian serius, khususnya dari para anggota dewan. Kenapa, karena mereka dipilih oleh masyarakat. Disinilah letak pentingnya ‘Deklarasi Bersinar’ bersama DPR Papua Barat,” kata drg Indah saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Ia melanjutkan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional(RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN). Sehingga, perlu ditindaklanjuti di daerah setempat.

Deklarasi Bersinar ini, sambung dia, mampu membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba yang selalu didistribusikan oleh para oknum ke wilayah Papua Barat baik itu jenis ganja maupun sabu-sabu.

“Jika Papua Barat tidak Bersinar, 10 atau 15 tahun mendatang, tidak akan ada lagi pemimpin dari Papua karena telah rusak akibat narkoba,” katanya.

Ia berharap, dengan dideklarasikannya Papua Barat Bersinar itu, para legislator mampu memberikan contoh dan teladan bahkan inspirasi yang baik bagi kaum muda, terutama para pemilihnya.

Dari data BNN, peredaran gelap sabu-sabu di Papua Barat per tahunnya mencapai kurang lebih 300 gram. Selain sabu-sabu, narkoba jenis ganja pun terus diselendupkan menggunakan transporasi laut dari Papua Nugini ke Sorong dan Manokwari. Jumlah tersebut belum termasuk narkoba yang lolos dari operasi BNN Papua Barat maupun pihak kepolisian di Sorong dan Manokwari.

“Tangkapan ganja kemarin itu beratnya 3 kilogram, itu baru dari satu orang,” kata drg Indah.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukan bahwa Papua Barat tidak bisa disepelekan, bahkan sudah sangat mengkhawatirkan. Sebab, para remaja dan anak-anak yang dulunya menghirup lem kini terjebak dengan narkoba jenis ganja.

Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor menuturkan, deklarasi tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam mewujudkan Papua Barat bebas narkoba. Ia kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum untuk bergerak maju, bersama mewujudkan ‘Papua Barat Bersinar’.

“Kita sudah mulai, yang lain harus mengikuti. Ini demi membebaskan Papua Barat dari jerat narkoba,” ujar Wonggor.

“Narkoba itu hanya merusak kita semua, dan apa yang disampaikan oleh BNN itu tentu akan kita teruskan ke masyarakat,” katanya lagi. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 2 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.