InforialPOLITIK & HUKUM

Brimob Gadungan Terancam Empat Tahun Penjara

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Manokwari secara resmi menyerahkan berkas perkara dan barang bukti beserta tersangka kasus penipuan, berinisal HI kepada Jaksa Penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Kamis siang (28/1/2021).

HI diperkarakan lantaran kedapatan berpura-pura menjadi seorang anggota Brimob berpangkat Brigadir dari Bantuan Kendali Operasi (BKO) Kelapa Dua, Jakarta. Ia diringkus oleh petugas jaga Polsek Prafi pada 23 November 2020, saat menjenguk rekanya yang sedang diamankan dalam kasus berbeda.

“Brimob gadungan ya. Dia (HI) sudah dilimpahkan dan sudan kami terima. Kami punya waktu 20 hari untuk melimpahkannya lagi ke pengadilan guna proses persidangan. Sementara ini HI titipkan di Lapas Kelas IIB Manokwari,” kata Kepala Seksi Tindak Pindana Umum (Kasipidum) Kejari Manokwari Robertho Sohilait kepada Papua Barat News, di ruang kerjanya.

Dalam penyidikan Kepolisian, HI mengaku mendapat pakaian dinas lengkap asli dari anggota Brimob Kelapa Dua bernama Yusri Sawai, dengan cara barter atau ditukar dengan burung hias Cenderawasih. Selain dipakai buat gagah-gagahan, yang bersangkutan ternyata pernah menggunakannya buat menagih uang hak ulayat di setiap tempat pendulangan emas.

“Pakain dinas itu pernah digunakannya untuk menjenguk sekaligus menyelesaikan masalah bosnya bernama Steven di Polsek Praf. Selain itu, dia juga mengaku pernah disuruh menagih hak ulayat milik Sefter Ahoren disetiap tempat pendulangan emas. Dari hasil tagih dia mendapat bayaran Rp1 juta,” kata Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan Winjaya.

Saat diamankan, selain pakaian dinas Brimob terdapat juga barang bukti lain, yakni satu buah kunci kamar kos, satu buah kunci mobil (Rental), satu buah handphone, satu buah jam tangan, uang Rp2.6 juta, satu buah dompet, sepasang baju dinas lapangan Brimob warna hitam, satu buah kaos dalam Dinas Brimob, dan satu Baret Brimob beserta lencana.

Akibat perbuatannya, HI disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan disertai Tipu Muslihat, dengan ancaman hukuman pidana maksimal empat tahun penjara. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 29 September 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.