Densus 88 Bekuk Pemilik Puluhan Liter Merkuri di Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Muhamad Imran, tersangka pemilik 35 liter merkuri atau air raksa dibekuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, Minggu siang (28/2/2021).

Tersangka dibekuk di Manokwari, usai Kepolisian menggeledah gudang Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) Varnapura.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat Komisaris Besar Adam Erwindi mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari koordinasi antara anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan anggota Polsek Kesatuan Pengawasan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut Manokwari.

“Anggota Densus menginformasikan, bahwa di gudang EMKL Varnapura tersimpan cairan berbahaya yang dikirim melalui KM. Gunung Dempo dari Makassar. Setelah itu, bersama dengan personil KP3 Laut mereka menggeledah gudang Varnapura,” kata Erwindi via telepon, Senin (8/3/2021).

Erwindi menjelaskan, dalam penggeledahan tersebut ditemukan barang bukti berupa merkuri atau air raksa yang tersimpan dalam jerigen plastik ukuran 35 liter (penuh).

Muhamad Imran selaku pemilik unsur kimia dengan simbol Hg dalam tabel periodek itu, kemudian diamankan karena tak bisa menunjukan surat izin resmi tentang pengadaan dan/atau memiliki merkuri.

“Jadi ini bahan kimia proses pengadaannya dari awal sampai akhir, ilegal. Tersangka sementara masih dalam penahanan di Polres Manokwari. Dari hasil penyelidikan, tersangka berprofesi sebagai pedagang emas. Kaitannya dengan penambangan emas ilegal, masih dalam pengembangan,” kata Erwindi.

Dalam kasus ini, Muhammad Imran disangkakan melanggar Pasal 43 ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan/atau Pasal 110 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Seperti diketahui, Kabupaten Manokwari dan wilayah Pegunungan Arfak termasuk kawasan yang memiliki tambang emas. Diduga, merkuri atau air raksa yang dapat merusak lingkungan dan pencemaran sungai itu, akan dijual pelaku pada aktivitas penambang emas ilegal diwilayah tersebut. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 9 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: