InforialPOLITIK & HUKUM

Dewan Minta Sistem Pengamanan Lapas Diperbaiki

MANOKWARI, PB News – Lemahnya sistem pengamanan dan kondisi over kapasitas ruangan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari, menjadi penyebab terjadinya belasan narapida melarikan diri beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari Ayu Humariah Batarai, mengatakan, kelalain pada sistem keamanan menjadi penyebab utama kaburnya narapidana. Sehingga, diperlukan adanya perbaikan mekanisme pengawasan dan pengamanan aktivitas para narapidana secara intens untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.

Menurut Ayu, persoalan itu harus diperhatikan serius oleh pemerintah daerah (Pemda) maupun internal petugas Lapas. Dari sisi kelayakan ruangan tahanan, sudah semestinya dilakukan renovasi atau relokasi para narapidana ke bangunan yang lebih luas karena jumlah narapidana sudah melewati kapasitas.

“Petugas harus berhati-hati dan fokus pada penjagaan. Kaburnya narapidana ini karena kelalaian, penjagaan yang kurang maksimal,” kata dia, ketika dikonfirmasi Papua Barat News, Selasa (24/4/2018).

Dia melanjutkan, pemerintah daerah harus bersinergi menfasilitasi penyediaan lahan pembangunan gedung Lapas baru.

Secara terpisah, Anggota DRPD Kabupaten Manokwari Romer Tapilatu, rencana pembangunan Lapas di pinggiran Kota Manokwari bisa segera direalisasikan.

“Lokasi lapas saat ini juga di dalam kota. Kita harapkan bisa dialihkan di pinggiran kota. Apalagi saat ini lapas sudah over kapasitas, sehingga perlu ada perluasan lapas dengan melakukan pemindahan lokasi yang strategis,” jelas dia.

Selain itu, Manokwari sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Barat mengalami pertumbuhan penduduk kian pesat. Di samping itu, tingginya angka kriminalitas yang terjadi menjadi penyebab over kapasitas lapas tersebut.

“Pasti angka kriminalitas juga akan mengalami peningkatan, sehingga Lapas Manokwari perlu perhatian serius dari pemda.

Sedangkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Yohana Yembise pernah melontarkan terkait kondisi Lapas Manokwari yang kian memprihatinkan.

Dia pun mendesak agar pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat bersinergi mengaplikasikan wacana dari pemerintah pusat  agara lapas bisa direlokasikan ke daerah yang lebih luas sehingga lapas anak dan perempuan pun bisa dipisahkan sesuai dengan konvensi hak anak internasional.

“Lembaga pembinaan khusus anak dan perempuan ini harus dipisahkan. Saya sudah melihat langsung kondisi mereka. Ini sangat memprihatinkan karena masih digabung dengan orang dewasa,” ujar Yohana.

Telah diberitakan sebelumnya, sebanyak14 napi kabur dari Lapas Kelas II B Manokwari dengan cara menodongkan senjata tajam kepada petugas lapas, Minggu (22/4/2018). Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi mengatakan, peristiwa ini diketahuinya setelah mendapat laporan dari Kepala Lapas Kelas II B Manokwari Yosef Yembise, terkait adanya sejumlah napi menjebol pintu utama lalu melarikan diri dari lapas. “Jadi, Kalapas saat ini sedang berada di Jakarta, sedang mengantar narapidana kelas II B Manokwari mengikuti Festival Prison Art Indonesia di Jakarta,” ungkapnya. (PB9)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.