Dewan Pers Siap Jadi Saksi Ahli PWI Papua Barat

>> Penghinaan Profesi Wartawan

 

JAKARTA, PB News – Dewan Pers menyatakan kesiapannya untuk menjadi saksi ahli Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat sehubung adanya laporan polisi tentang dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan oleh oknum polisi dan petugas bandar udara (Bandara) Rendani Manokwari melalui sosial media facebook, pada Jumat 16 Maret 2018.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pers Indonesia, Yosep Adi Prasetyo. Menurut Yosep Adi Prasetyo, pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999 sudah dengan sangat jelas menggaribawahi bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapatkan perlindungan hukum.

Tak hanya itu, kata dia, pasal 18 ayat 1 dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalang-halangi kerja pers, dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

“Dewan Pers selaku institusi yang menaungi PWI akan hadir baik di kepolisian, kejaksaan maupun di pengadilan. Kita punya ahli Dewan Pers bisa ditunjuk untuk datang kesana (Manokwari, red) dan kita akan ikut mempelajari kasus ini,” ucap Stanly sapaan akrabnya.

Stanly juga menyebutkan, bahwa dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 13 tahun 2008 menegaskan, dalam kasus-kasus pers, hakim yang mengadili perkara tersebut, wajib menghadirkan saksi ahli dari Dewan Pers.

“Contoh kasus, pernah ada dua wartawan Perancis yang ditahan dan disidangkan di Pengadilan Negeri Abepura, saya hadir sebagai saksi di ana, akhirnya dibebasin dan langsung dipulangkan,” tuturnya.

Ia menilai, dari rangkain kasus penghinaan atau kekerasan yang dialami wartawan selama ini, kebanyak orang tidak memahami konteks kerja-kerja wartawan.

“Wartawan bukan pencolek, penjahat,  maka mereka harus paham itu. Kerjanya dilindungi oleh UU tidak boleh diperlakukan seenak-enaknya, dihina bahkan dilukai,” tegasnya.

Selanjutnya menurut Stanly, langkah yang ditempuh PWI Papua Barat dengan melaporkan oknum yang diduga melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan adalah sikap yang tepat guna memberikan efek jera dalam konteks memahamii kerja-kerja profesi wartawan.

Untuk itu, tambahDewan Pers akan membuat rumusan-rumusan terkait kerja-kerja wartawan untuk diedarkan kepada instansi dan institusi serta swasta. Dengan tujuan kata dia, semua pihak mengetahui lebih luas peran dan kerja wartawan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian tersebut diawali oleh unggahan akun facebook bernama Yohanis Krey yang memposting gambar berita oleh salah satu media cetak dengan judul, “Dihalangi Meliput, Jurnalis Nyaris Adu Jotos Dengan Petugas Bandara”.

Tak sebatas itu, akun facebook Yohanis Krey tersebut melengkapi unggahannya dengan kalimat yang dinilai mengandung hasutan dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan secara luas.

Unggahan tersebut, berhasil menarik 123 cuitan komentar, 120 like dan 10 kali di bagikan oleh pemilik akun facebook lainnya, yang dinilai oleh PWI Papua Barat yang mengarah pada penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan.

Diantaranya, akun facebook dengan nama ‘Widhiantara DTT’ yang diketahui oknum anggota penyedik pembantu reserse kriminal umum (Reskrimum) Polres Manokwari tersebut.

Akun oknum polisi berpangkat Brigpol tersebut mengomentari unggahan akun ‘Yohanis Krey’ dengan kalimat yang tak sepantasnya mengingat dirinya adalah seorang oknum polisi.

“Dekat dengan pejabat Papua Barat bukan berarti bisa buat berita seenaknya, kerena berita yang kalian dapat dari kejadian2 yang ada di seputaran kami… Kalau mau adu jotos dengan melepas pakaian dinas semua punya nyali… FuckOff”, demikian cuitannya.

Selain oknum polisi dan oknum petugas Bandara Rendani Manokwari, PWI Papua Barat juga mempolisikan akun facebook bernama ‘Kurube Welem WT’ yang juga menjurus pada penghinaan.(PWI/PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: