InforialPOLITIK & HUKUM

Diduga Korupsi, Kejati Papua Barat Pulbaket Lima Proyek

  • PBTV dan MRPB Target baru Penyidik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat mulai melakukan Pengumpulan Bahan, Data dan Keterangan (Pulbaket) pada sejumlah proyek fisik pembangunan maupun pengadaan barang dan jasa yang telah dilaksanakan oleh pemerintahan setempat. Berbagai proyek tersebut masuk pemeriksaan penyidik lantaran diduga di korupsi.

“Kita persiapkan itu untuk penuntasan kasus di 2021-2022, jadi ada lima proyek yang sedang kita lakukan Pulbaket. Sementara ini, kita fokus menyelesaikan yang sudah ada dalam penyidikan dulu,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Syafiruddin melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Papua Barat Billy Wuisan, Kamis (14/1/2021).

Ditemui Papua Barat News di ruang kerjanya, Wuisan mengungkap, bahwa lima proyek yang sedang dalam Pulbaket itu, ialah pengelolaan dana hibah Papua Barat Televisi (PBTV) tahun 2019, dengan sumber anggaran senilai Rp9 miliar.

Selain itu, ada pembangunan Dermaga Apung HED di Marampa Sowi IV, tahun anggaran 2015 hingga 2017 oleh Dinas Perhubungan Papua Barat; pembangunan Home Stay atau Unit Pelayanan Teknis (UPT) pada Dinas Kehutanan Papua Barat tahun 2019; pembangunan Sekretariat MRPB tahun 2018; dan pembangunan gedung baru Puskesmas Aisandami di Kabupaten Teluk Wondama tahun 2018.

“Soal pengolaan dana hibah pada PBTV itu memang sementara dalam Pulbaket. Akan ada 10 orang yang nanti kita panggil untuk dimintai keterangannya, itu yang terbaru. Sementara sisanya lagi adalah kasus lama yang kita lidik kembali,” kata Wuisan.

Saat ini, penyidik tengah fokus menyelesaikan empat kasus dugaan korupsi yang sementara dalam penyidikan. Satu diantaranya bahkan telah dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Papua Barat pada Pengadilan Negeri Manokwari.

“Kita masih fokus selesaikan kasus Perum Bulog Manokwari, Septic Tank di Raja Ampat, Hibah Provinsi Papua Barat dan pengembangan kantor Dinas Perumahan Papua Barat,” ujar Wuisan. “Untuk perumahan itu kan sudah sidang, tetapi target kita adalah tersangka lain, karena pembangunan itu di korupsi beramai-ramai,” katanya lagi. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 15 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.