InforialPOLITIK & HUKUM

Gugat Ahli Waris LMS, Kejari Tunggu Salinan Putusan Nina Diana

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Manokwari hingga kini masih menunggu salinan putusan terpidana Nina Diana dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Papua Barat pada Pengadilan Negeri Manokwari, terkait kasus pengadaan tanah seluas satu hektar senilai Rp4.8 miliar

“Kami sampai hari ini masih belum menerima salinan putusannya terpidana Nina Diana. Padahal salinan putusan itu kita butuhkan untuk melengkapi berkas gugatan perdata terhadap ahli waris, almarhum tersangka Lumpat Marisi Simanjuntak (LMS),” kata Kepala Kejakasaan Negeri Manokwari Damly Rowelcis kepada Papua Barat News di ruang kerjanya, belum lama ini.

Rowelcis menjelaskan, ahli waris tersebu hingga saat ini belum bersedia melakukan pengembalian kerugian negara, senilai Rp 3.3 miliar plus uang barang bukti sebanyak Rp56 juta. Terkait kerugian itu, pihaknya telah menyita satu unit mobil mewah yang kini dititipkan di Rupbasan Manokwari.

“Sudah ada mobil yang disita, tetapi itu belumlah cukup. Nahh agar seluruh pengembalian dapat dilakukan, maka kita butuh salinan putusan Nina Diana. Salinan itu akan kita muat bersama salinan putusan para terpidana lain, untuk menggugat ahli waris,” kata Rowelcis.

Sebelumnya, Lumpat Marisi Simanjuntak di akhir hayatnya ditetapkan sebagai tersangka dalam korupsi pengadaan tanah seluas satu hektar tahun anggaran 2017, untuk pembangunan Kantor Dinas Perumahan Papua Barat. Tersangka yang berperan sebagai pembeli tanah itu, meninggal dunia sebelum sempat disidangkan.

Sementara, para pelaku lain, yakni mantan Kepala Dinas Perumahan Papua Barat Hendry Wailan Kolondam selaku KPA dan Stafnya Amos Yanto Ijie selaku PPTK, dan Yohanis Balubun sebagai makelar tanah, serta terpidana Nina Diana sebagai Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) telah berkekuatan hukum tetap (incrah).

“Dalam kasus ini ada kerugian negara yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dikembalikan. Pada setiap putusan atau vonis majelis hakim, berbunyi, kerugian negara dibebankan kepada tersangka Lumpat Marisi Simanjuntak,” ujar Rowelcis.

“Untuk itulah kita membuktikan salinan putusan Nina Diana, guna memperkuat gugatan perdata kita terhadap ahli waris,” katanya lagi. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 18 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.