POLITIK & HUKUM

Hakordia 2020, Kejati Ingatkan Cegah Jual Beli Suara

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Wilhelmus Lingitubun menyatakan, peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) dan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020, Rabu (9/12/2020), merupakan momentum membangun kesadaran budaya anti korupsi.

“Peringatan Hakordia bertepatan dengan Pilkada serentak. Untuk itu, marilah kita menjaga agar tidak terjadi jual beli suara dan suap, karena dari sinilah awal mula tumbuh suburnya korupsi. Mari cegah sedini mungkin perilaku koruptif di Pilkada 2020,” ujar Lingitubun melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Papua Barat Billy Wuisan via telepon.

Billy Wuisan menjelaskan, tema Hakaordia tahun ini adalah “Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi”. Untuk itu dia mengingatkan seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali, agar melaporkan pihak yang berwenang jika mengetahui informasi terkait perbuatan tindak pidana korupsi.

Menurutnya, salah satu kaidah yang tidak boleh dilanggar, ialah menerima atau memberi suap. Sebab, penyelenggara Pemilu dan penyelenggara negara baik di pusat maupun daerah sangat rentan terlibat dalam pusaran suap menyuap.

“Kami bagian dari Gakkumdu akan terus memantau tahapan pelaksanaan Pilkada 2020. Proses tegas akan diberikan kepada pelanggar jika ditemukan. Undang-undangnya jelas, yakni tindak pidana pemilu,” kata Wuisan. (PB13)

**Berita ini  Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 10 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.